Rekomendasi Mingguan Harga Gula 5-9 Februari 2024 : Dibayangi Berbagai Sentimen, Cuaca Kering Menjadi Perhatian

317

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York secara mingguan naik moderat terpicu berbagai sentimen.

Kenaikan harga gula pada pekan lalu terjadi pada hari Selasa, Rabu dan Jumat.

Harga gula pada hari Selasa pulih dari kerugian awal dan ditutup naik terpicu pelemahan dolar AS yang memicu short-covering gula berjangka setelah tiga sesi kerugian.

Berlanjut pada hari Rabu, harga gula ditutup lebih tinggi terbantu penurunan produksi gula di India.

Asosiasi Pabrik Gula India (ISMA) melaporkan bahwa produksi gula India tahun 2023/24 selama periode 31 Oktober-Jan turun -3,2% y/y menjadi 18,7 MMT.

Kenaikan ditutup pada akhir pekan hari Jumat, dengan harga gula berhasil mengatasi penurunan awal dan berakhir cukup tinggi terpicu kekhawatiran kondisi kering yang dapat membatasi produksi gula.

Kekhawatiran bahwa kondisi kering di Brasil akan membatasi produksi gula pada tahun 2024/25 yang dimulai pada bulan April meningkatkan harga.

Namun kenaikan harga gula dibatasi dengan penurunan harga gula oada hari Senin dan Kamis yang tertekan peningkatan produksi Brazil dan pelemahan harga minyak mentah.

Harga gula pada hari Senin ditutup melemah untuk sesi ketiga terpicu peningkatan produksi Brazil.

Unica melaporkan pada Kamis lalu bahwa produksi gula Tengah-Selatan Brazil melonjak +148,6% y/y pada paruh pertama bulan Januari menjadi 48.000 MT dan produksi gula pada tahun panen 2023/24 hingga pertengahan Januari naik +25,5% y/y menjadi 42.099 MMT. Sementara itu, lebih banyak tebu yang dihancurkan untuk dijadikan gula dibandingkan etanol, karena 49,06% tebu dihancurkan pada tahun panen 2023/24 hingga pertengahan Januari untuk produksi gula dibandingkan dengan 45,95% tahun lalu.

Sedangkan pada hari Kamis, harga gula berakhir turun mengikuti penurunan harga minyak.

Penurunan harga minyak mentah pada hari Kamis ke level terendah dalam 1 minggu membebani harga gula. Harga minyak mentah yang lebih rendah melemahkan harga etanol dan dapat mendorong pabrik gula dunia untuk mengalihkan lebih banyak penghancuran tebu ke produksi gula dibandingkan etanol, sehingga meningkatkan pasokan gula.

Secara mingguan harga gula kontrak bulan Maret 2024 naik 0,50% pada posisi 23,89.

Untuk minggu ini, harga gula akan dapat mencermati perkembangan produksi di Brazil dan India, juga pergerakan mata uang dolar AS.

Perkembangan Cuaca

Secara umum, cuaca di Brazil, akan sebagian besar cerah selama periode 5-9 Februari 2024.

Perkembangan Produksi

Jika produksi gula di Brazil terus meningkat, akan menekan harga gula. Sedangkan jika produksi gula di India terus menurun, akan menguatkan harga gula.

Pergerakan mata uang dolar AS.

Untuk pergerakan dolar AS diperkirakan masih menguat seiring penguatan data tenaga kerja AS pekan lalu

Non Farm Payrolls AS menambahkan 353 ribu pekerjaan pada bulan Januari 2024, dibandingkan dengan revisi naik sebesar 333 ribu pada bulan Desember, dan jauh di atas perkiraan pasar sebesar 180 ribu.

Sementara itu, tingkat pengangguran di Amerika Serikat bertahan pada angka 3,7% pada Januari 2024, tidak berubah dari bulan sebelumnya dan sedikit di bawah konsensus pasar sebesar 3,8%.

Sedangkan penghasilan rata-rata per jam untuk seluruh karyawan nonfarm payrolls swasta AS naik sebesar 19 sen, atau 0,6 persen, menjadi $34,55 pada bulan Januari 2024, di atas ekspektasi pasar sebesar 0,3 persen. Itu merupakan kenaikan terbesar sejak Maret 2022.
Selama 12 bulan terakhir, rata-rata penghasilan per jam meningkat sebesar 4,5 persen.

Jika dolar AS berlanjut menguat, akan menekan harga gula berjangka.

Pergerakan harga minyak

Pergerakan harga minyak akan mencermati kondisi geopolitik di Timur Tengah dan Laut Merah, jika ketegangan semakin meningkat, akan memicu kekhawatiran gangguan distribusi dan pasokan minyak dan akan menguatkan harga minyak. Namun jika ketegangan mereda akan menurunkan kekhawatiran gangguan pasokan dan distribusi minyak, yang akan dapat menguatkan harga minyak.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula akan mencermati perkembangan cuaca, produksi gula di Brazil dan India, pergerakan dolar AS dan harga minyak. Jika cuaca kering dominan terjadi, akan menguatkan harga gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 24,05-24,54. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 23,26-22,96.