(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pagi ini (23/2), terpantau melemah 41,114 poin (0,56%) ke level 7.298,522 setelah dibuka turun ke level 7.323,299.
IHSG bergerak terkoreksi bertahap di hari ketiganya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed sembari menantikan data ekonomi China, serta mengikuti Wall Street yang semua indeksnya berakhir semalam menguat di sekitar level rekor.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,07% atau 11 poin ke level Rp 15.593, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun tipis setelah melemah terbatas 3 hari di sesi global sebelumnya; terkoreksi bertahap di antara investor yang terus mencari arah untuk estimasi waktu penurunan suku bunga the Fed.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.582, serta terpantau terkoreksi tipis dari level seminggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 16,337 poin (0,22%) ke level 7.323,299. Sedangkan indeks LQ45 turun 3,641 poin (0,36%) ke level 998,870. Pagi ini IHSG melemah 41,114 poin (0,56%) ke level 7.298,522. Sementara LQ45 terlihat turun 0,65% atau 6,524 poin ke level 995,987.
Tercatat saat ini sebanyak 193 saham naik, 223 saham turun dan 215 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street berakhir semalam ditutup serempak dalam gain dengan Dow Jones dan S&P500 bertengger di area rekor tertingginya. Sedangkan, bursa regional pagi ini mixed, di antaranya Shanghai yang melaju 0,09%, dan Hang Seng yang turun 0,05%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi bertahap di hari ketiganya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini variatif serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam dengan menguat.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih konsolidatif dan sideways, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.370 dan 7.401. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.181, dan bila tembus ke level 7.103.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



