(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (23/2), terpantau melemah 64,395 poin (0,88%) ke level 7.275,241 setelah dibuka turun ke level 7.323,299.
IHSG bergerak terkoreksi di hari ketiganya ke 1,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed sembari menantikan data ekonomi China, serta mengikuti Wall Street yang semua indeksnya berakhir semalam menguat di sekitar level rekor.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,04% atau 6 poin ke level Rp 15.588, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun tipis setelah melemah terbatas 3 hari di sesi global sebelumnya; terkoreksi bertahap di antara investor yang terus mencari arah untuk estimasi waktu penurunan suku bunga the Fed.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.582, serta terpantau terkoreksi tipis dari level seminggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 16,337 poin (0,22%) ke level 7.323,299. Sedangkan indeks LQ45 turun 3,641 poin (0,36%) ke level 998,870. Siang ini IHSG melemah 64,395 poin (0,88%) ke level 7.275,241. Sementara LQ45 terlihat turun 1,10% atau 11,001 poin ke level 991,510.
Tercatat saat ini sebanyak 186 saham naik, 285 saham turun dan 263 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini mixed, di antaranya Shanghai yang melaju 0,02%, dan Hang Seng yang turun 0,24%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain MD Pictures (FILM) -7,20%, PIK (PANI) -4,52%, Bank BTN (BBTN) -4,04%, dan Chandra Asri (TPIA) -3,67%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi bertahap di hari ketiganya, sementara bursa kawasan Asia siang ini variatif serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam dengan menguat.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih terkoreksi di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.370 dan 7.401. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.181, dan bila tembus ke level 7.103.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



