(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis pagi ini (14/3), terpantau menguat 18,050 poin (0,24%) ke level 7.439,257 setelah dibuka turun ke level 7.407,295.
IHSG bergerak dari zona merah lalu menguat ke level rekor intraday barunya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dalam rentang terbatas, mengikuti Wall Street yang semalam berakhir secara mixed.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat 0,01% atau 2 poin ke level Rp 15.575, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak terbatas setelah melemah di sesi global sebelumnya; dalam pergerakan sempit setelah rilis inflasi CPI Amerika yang sedikit di atas ekspektasi dan investor menunggu data ekonomi berikutnya.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.575, serta terpantau dekat dengan level sebulan tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 13,912 poin (0,19%) ke level rekor 7.407,295. Sedangkan indeks LQ45 turun 3,244 poin (0,32%) ke level 1.000,235. Pagi ini IHSG menguat 18,050 poin (0,24%) ke level 7.439,257. Sementara LQ45 terlihat naik 0,47% atau 4,700 poin ke level 1.008,179.
Tercatat saat ini sebanyak 228 saham naik, 248 saham turun dan 238 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street berakhir semalam serempak menguat setelah rilis inflasi CPI Amerika dipandang pasar sesuai ekspektasi. Sedangkan, bursa regional pagi ini mixed bias menguat di antaranya Nikkei yang melemah 0,42%, dan Hang Seng yang naik 0,29%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam rally mencetak rekor baru untuk intraday-nya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini mixed setelah inflasi Amerika dirilis sesuai ekspektasi, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir menguat.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan mulai ditahan profit taking di overbought-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.434 dan 7.470. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.238, dan bila tembus ke level 7.181.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



