IHSG Jumat Pagi Melemah Tipis ke 7.329; Fluktuatif di Area Konsolidasinya

516
IHSG
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pagi ini (22/3), terpantau melemah tipis 1,988 poin (0,03%) ke level 7.329,140 setelah dibuka turun ke level 7.327,805.

IHSG bergerak fluktuatif dalam koreksi di rentang konsolidasinya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed dengan Nikkei mencetak rekor kembali, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan ketiga indeksnya serempak membukukan rekor tertinggi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat 0,46% atau 73 poin ke level Rp 15.655, dengan dollar AS di pasar uang Asia merosot setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; dalam koreksi setelah the Fed mempertahankan suku bunganya dan prediksikan tiga pemangkasan bunga di tahun ini sekalipun inflasi AS masih tinggi.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.668, serta terpantau terdesak ke 2,5 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 10,548 poin (0,14%) ke level 7.327,805. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,616 poin (0,26%) ke level 992,154. Pagi ini IHSG melemah tipis 1,988 poin (0,03%) ke level 7.329,140. Sementara LQ45 terlihat turun 0,67% atau 6,703 poin ke level 993,226.

Tercatat saat ini sebanyak 223 saham naik, 198 saham turun dan 231 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street berakhir dengan ketiga indeks saham utamanya mencetak rekor tertinggi oleh lebih jelasnya arah the Fed yang akan memangkas suku bunganya tahun ini tiga kali. Sedangkan, bursa regional pagi ini mixed bias melemah di antaranya Nikkei yang menanjak 0,07%, dan Hang Seng yang merosot 1,98%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka bias koreksi di seputar konsolidasinya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed melemah tetapi Nikkei mencetak rekor kembali, serta mencermati Wall Street yang mencetak rekor.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih berkonsolidasi sementara, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.416 dan 7.454. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.238, dan bila tembus ke level 7.181.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group