(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis pagi ini (4/4), terpantau rebound kuat 64,606 poin (0,90%) ke level 7.231,450 setelah dibuka naik ke level 7.194,434.
IHSG bergerak bangkit dari area oversold-nya di sekitar 9 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias menguat dimpimpin Nikkei, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir juga dengan mixed.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat 0,05% atau 8 poin ke level Rp 15.925, dengan dollar AS di pasar uang Asia melandai setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya; terkoreksi dari5 bulan tertingginya di antara komentar Powell yang akan menurunkan suku bunga tahun ini serta investor menantikan oleh tenaga kerja NFP.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.933, serta terpantau bangkit setelah 6 hari bearish di sekitar level 5 bulan terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 27,590 poin (0,38%) ke level 7.194,434. Sedangkan indeks LQ45 naik 5,226 poin (0,55%) ke level 959,129. Pagi ini IHSG menguat 64,606 poin (0,90%) ke level 7.231,450. Sementara LQ45 terlihat naik 1,24% atau 11,826 poin ke level 965,729.
Tercatat saat ini sebanyak 275 saham naik, 256 saham turun dan 222 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street semalam berakhir mixed dengan Dow Jones yang melemah tetapi bursa lainnya naik terbatas. Sedangkan, bursa regional pagi ini bias menguat di antaranya Nikkei yang naik 1,65%, dan Straits Times yang menanjak 0,75%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka dengan rebound dari area oversold, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias menguat dimpimpin Nikkei, serta mencermati Wall Street yang berakhir juga mixed.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan di zona hijau karena sudah dalam di area oversold-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.396 dan 7.454. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.140, dan bila tembus ke level 7.181.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



