(Vibiznews – Economy) – Sektor manufaktur dan industri Italia menunjukkan kekuatan pada awal tahun ini, terlihat dari data untuk periode Maret 2026 yang dirilis hari Rabu (27/5/2026).
Omset industri Italia mencatatkan peningkatan bulanan sebesar 2,0% (MoM), merupakan kenaikan tertinggi dalam 6 bulan terakhir, sekaligus mempercepat tren positif dari bulan Februari yang hanya tumbuh sebesar 0,5%.
Sinyal kebangkitan ini utamanya dipicu oleh kembalinya permintaan di pasar domestik yang mampu mengompensasi sedikit perlambatan di pasar internasional.
Kinerja mengesankan bulan Maret ini didorong oleh rebound tajamnya penjualan di dalam negeri. Pasar domestik mencatatkan pertumbuhan 2,3%, berbalik ke arah drastis setelah sempat terkoreksi sebesar -0,2% pada bulan Februari.
Di sisi lain, pasar luar negeri mengalami sedikit normalisasi dengan pertumbuhan 1,5%, melambat dari pencapaian bulan sebelumnya yang berada di angka 1,8%. Meski melambat, kinerja ekspor ini dinilai tetap kokoh dalam mendukung agregat penjualan total.
Secara tahunan (YoY) yang telah disesuaikan dengan efek kalender, omset industri Italia bahkan melonjak drastis sebesar 4,4%. Data ini naik signifikan dibandingkan pertumbuhan tahunan bulan Februari yang hanya menyentuh 0,5%.
Tren positif ini juga diikuti oleh sektor barang modal yang tumbuh 5,8% serta barang setengah jadi sebesar 4,9%. Sektor-sektor ini mengindikasikan bahwa aktivitas produksi dan investasi jangka panjang di tingkat pabrikan Italia sedang berjalan sangat aktif.
Namun, rapor merah masih membayangi sektor konsumsi barang yang justru mengalami penurunan sebesar -1,4% . Penurunan ini menandakan bahwa meskipun aktivitas industri hulu dan energi sedang bergairah, daya beli langsung masyarakat untuk barang jadi masih memerlukan waktu untuk pulih sepenuhnya.
Kabar baik tidak hanya datang dari dunia manufaktur, sektor jasa Italia juga melaporkan mulai keluar dari zona kontraksi dengan tumbuh 1,3% secara bulanan, setelah sempat turun -0,1% pada bulan Februari.
Pendorong utama di sektor jasa ini adalah geliat kembali di sektor perdagangan grosir yang mampu melesat 2,1% (vs -0,1% pada bulan sebelumnya).



