(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika berjangka di bursa komoditi berjangka New York pada hari Selasa berakhir naik terdukung upaya short-covering.
Harga kopi arabika berjangka kontrak bulan Juli 2024 berakhir naik 0,74% pada $1.9665 per pon.
Harga kopi arabika pulih dari level terendah dalam 5 minggu dan bergerak sedikit lebih tinggi karena short-covering muncul ketika prakiraan cuaca terkini mengurangi kemungkinan hujan di Brazil hingga akhir minggu depan.
Kekeringan di Brazil dapat mengurangi hasil kopi, sehingga mendukung kenaikan harga. Somar Meteorologia melaporkan pada hari Senin bahwa wilayah Minas Gerais di Brazil tidak menerima curah hujan atau 0% dari rata-rata historis dalam seminggu terakhir, minggu kedua berturut-turut wilayah tersebut tidak menerima curah hujan. Minas Gerais menyumbang sekitar 30% tanaman arabika Brasil.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika akan bergerak naik terdukung prakiraan cuaca kurangnya hujan selama seminggu ke depan. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $1.99-$2.01. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $1.93-$1.90.



