(Vibiznews – Commodity) Harga kedelai berjangka di Chicago Board Of Trade (CBOT) bergerak naik pada hari Jumat, terpicu perkiraan penurunan produksi di Amerika Selatan.
Harga kedelai berjangka kontrak bulan Juli 2024 bergerak naik 0,33% pada $12.2025 per bushel.
Bursa biji-bijian Argentina di Buenos Aires pada hari Kamis memangkas perkiraan panen kedelai pada tahun 2023/24 menjadi 50,5 juta metrik ton dari 51 juta ton, karena cuaca panas dan kering pada bulan Maret di wilayah utara.
Sedangkan panen kedelai di Rio Grande do Sul, Brasil, yang dilanda banjir, berjalan lambat dalam seminggu terakhir karena hujan yang terus-menerus dan tingginya air yang tidak kunjung surut, sehingga mengganggu pekerjaan.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kedelai dapat bergerak naik dengan perkiraan penurunan produksi di Amerika Selatan. Harga kedelai diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $12.29-$12.38. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $12.13-$12.07.



