(Vibiznews – Commodity) Harga gula berjangka di bursa komoditi berjangka New York berakhir turun pada akhir pekan hari Jumat terpicu prospek pasokan gula yang melimpah di Brazil.
Harga gula berjangka kontrak bulan Juli 2024 berakhir turun 1,09% pada 18,13 sen per pon.
Meningkatnya produksi gula di Brazil menekan harga gula. Unica melaporkan pada hari Rabu bahwa produksi gula Brazil pada paruh kedua bulan April melonjak +84,0% y/y menjadi 1,843 MMT, dan untuk tahun pemasaran 2024/25 (Apr-Mar) produksi gula naik +65,9% y/y menjadi 2,558 MMT. Pabrik gula di Brazil telah meningkatkan penghancuran tebu untuk dijadikan gula dengan mengorbankan produksi etanol karena mereka menghancurkan 46,96% tebu tahun ini untuk dijadikan gula, naik dari 41,42% tebu yang digunakan tahun lalu.
Untuk tahun pemasaran 2023/24 yang baru saja berakhir, Unica melaporkan pada 19 April bahwa produksi gula Brasil naik +25,7% y/y menjadi 42,425 MMT. Sementara itu, Conab, badan tanaman Brazil, memproyeksikan pada tanggal 25 April bahwa produksi gula Brasil pada tahun 2024/25 akan naik +1,3% y/y ke rekor 46,292 MMT seiring dengan peningkatan areal gula di Brasil sebesar +4,1% menjadi 8,7 juta hektar pada tahun 2024/25 ( 21,5 juta hektar), yang terbesar dalam tujuh tahun terakhir.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula masih dibayangi sentimen bearish peningkatan produksi gula di Brazil. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 17,98-17,82. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 18,37-18,60.



