IHSG Senin Siang Melemah 0,6% ke Level 7.285; Koreksi dari 2 Bulan Tertingginya

269
IHSG Dibuka Melemah 0,33%, Tujuh Sektor Menyeret IHSG ke Zona Merah
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (15/7), terpantau melemah 42,476 poin (0,58%) ke level 7.285,103 setelah dibuka turun ke level 7.306,540.

IHSG bergerak terkoreksi dari level 2 bulan tertingginya searah regional, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah di tengah rilis pertumbuhan GDP China yang di bawah estimasi, serta investor mencermati dampak dari percobaan pembunuhan atas mantan presiden AS Trump..

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,65% atau 104 poin ke level Rp 16.185, dengan dollar AS di pasar uang Asia bangkit setelah terkoreksi 3 hari di sesi global sebelumnya; rebound sebagai safe haven setelah berita penembakan kepada ex presiden AS Trump.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.081, serta terpantau terkoreksi setelah rally 8 hari di level 6 minggu tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 6,606 poin (0,09%) ke level 7.257,583. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,634 poin (0,07%) ke level 904,962. Siang ini IHSG melemah 42,476 poin (0,58%) ke level 7.285,103. Sementara LQ45 terlihat turun 0,84% atau 7,711 poin ke level 912,671.

Tercatat saat ini sebanyak 247 saham naik, 311 saham turun dan 218 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini bias melemah di antaranya Straits Times yang melandai 0,00%, dan Hang Seng yang menurun 1,32%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi setelah rally kuat ke level 2 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah di tengah rilis pertumbuhan GDP China yang di bawah estimasi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan tertahan dengan masih di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.352 dan 7.375. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.215, dan bila tembus ke level 7.099.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group