(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah AS bergerak turun lebih dari 1% pada hari Selasa, setelah melonjak pada sesi sebelumnya karena laporan bahwa anggota OPEC Libya akan menghentikan produksi dan ekspor. Harga minyak tertekan peningkatan ekspor Rusia yang meningkatkan pasokan global.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS
kontrak Oktober berada pada $76,16 per barel, turun $1,25, atau 1,61%.
Harga minyak mentah berjangka Brent kontrak Oktober berada pada $80,16 per barel, turun $1,27, atau 1,56%.
Peningkatan ekspor minyak mentah Rusia telah meningkatkan pasokan global dan berdampak pelemahan bagi harga minyak. Data pelacakan kapal mingguan dari Bloomberg menunjukkan ekspor minyak mentah Rusia naik sebesar +390.000 barel per hari menjadi 3,35 juta barel per hari dalam seminggu hingga 25 Agustus, tertinggi dalam hampir dua bulan.
Sementara itu, peningkatan produksi minyak mentah Rusia berdampak negatif pada harga minyak setelah Kementerian Energi Rusia melaporkan Jumat lalu bahwa produksi minyak mentah Rusia pada bulan Juli adalah 9,045 juta barel per hari, sekitar 67.000 barel per hari di atas target produksi yang disetujui dengan OPEC+.
Sebelumnya minyak mentah AS melonjak karena merupakan pengganti terbaik bagi importir yang ingin mengganti pasokan Libya yang hilang.
Libya memproduksi sekitar 1,2 juta barel per hari dengan sebagian besar minyak mentahnya diekspor ke pasar global, dan negara-negara Eropa menjadi pembeli utama.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak turun terpicu peningkatan eskpor Rusia yang memicu peningkatan pasokan global.



