(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia yang diperdagangkan di pasar komoditas internasional sesi Eropa pada hari Senin (9/9) bangkit dari pelemahan buruk sebelumnya.
Harga minyak acuan dunia jenis Brent rebound dari level terendah sejak Januari 2021, sedangkan minyak acuan AS atau WTI rebound dari posisi terendah sejak Juni 2023.
Reboundnya harga minyak mentah awal pekan terjadi secara teknikal oleh aksi bargain hunting di tengah fundamental yang buruk.
Sentimen negatif dari data yang lemah dari Eropa menambah kekhawatiran tentang permintaan energi setelah dibebani oleh konsumsi Tiongkok yang lemah.
Lihat: Suramnya Permintaan Tiongkok Masih Akan Membebani Harga Minyak Dunia
Bank of America proyeksikan pasar minyak tahun 2025, menurunkan harga Brent menjadi $75 dari $80 dan WTI menjadi $71 dari $75.
Keputusan Saudi Aramco untuk menurunkan harga jual resmi Oktober mengindikasikan ekspektasi permintaan yang lemah di Asia.
Namun sentimen positif didukung oleh keputusan OPEC+ untuk menunda peningkatan produksi 180.000 barel per hari hingga Desember.
Harga Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk bulan September 2024 naik 0,83% ke $68,24 per barel.
Untuk harga minyak mentah berjangka acuan jenis Brent turun 0,72% menjadi $71,57 per barel.
Untuk pergerakan harga minyak berikutnya, minyak WTI diperkirakan akan bergerak dalam kisaran resisten di $70.05 – $74.80 dan kisaran support di $66.80 – $64.10.



