(Vibiznews – Forex) Mata uang Yen Jepang sesi AS hari Selasa bergerak turun tertekan perlambatan ekonomi Jepang.
Pasangan mata uang USD/JPY bergerak naik 0,45% pada 142,94.
Yen tertekan setelah PDB Q2 Jepang direvisi lebih rendah secara tak terduga.
Selain itu, penurunan Indeks Saham Nikkei hari ini ke level terendah dalam 1 bulan mendorong permintaan safe haven untuk yen.
Juga imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi hari ini membebani yen.
Sedangkan faktor yang membatasi penurunan yen adalah prospek survei pengamat lingkungan Jepang bulan Agustus naik ke level tertinggi dalam 5 bulan.
PDB Jepang Q2 secara tak terduga direvisi lebih rendah menjadi +2,9% (q/q tahunan) dari +3,1%, lebih lemah dari ekspektasi revisi ke atas menjadi +3,2%.
Prospek survei pengamat lingkungan Jepang bulan Agustus naik +2,0 ke level tertinggi dalam 5 bulan di 50,3, lebih kuat dari ekspektasi di 48,6.
Swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +10 bp oleh BOJ sebesar 0% untuk pertemuan 20 September dan di +14% untuk pertemuan 30-31 Oktober.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Yen akan bergerak turun terbebani perlambatan ekonomi Jepang kuartal kedua. Pasangan mata uang USD/JPY diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 143,82-144,71. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 142,02-141,11.



