(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York berakhir turun pada hari Kamis tertekan peningkatan pasokan gula global.
Harga gula berjangka kontrak bulan Maret 2025 ditutup turun 0,28% pada 21,20 sen per pon.
Pada tanggal 21 November, Organisasi Gula Internasional (ISO) menurunkan perkiraan defisit gula global 2024/25 menjadi -2,51 MMT, dibandingkan dengan perkiraan bulan Agustus sebesar -3,58 MMT.
ISO juga menaikkan perkiraan surplus gula global 2023/24 menjadi 1,31 MMT dari proyeksi bulan Agustus sebesar +200.000 MT.
Namun selama paruh pertama November Unica melaporkan bahwa produksi gula di wilayah Tengah-Selatan Brasil turun -59,2% y/y menjadi 898 MT. Selain itu, produksi gula Tengah-Selatan kumulatif 2024/25 hingga pertengahan November turun -3,0% y/y menjadi 38,274 MMT.
Malam nanti akan dirilis data Non Farm Payrolls AS bulan November yang diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika bergerak naik dengan teralisirnya kenaikan Non Farm Payrolls AS, maka akan dapat menekan harga gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 20,92-20,64. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 21,38-21,56.



