Penurunan Harga Minyak Acuan Dunia Tertahan Penundaan Tarif Resiprokal Trump

519
china oil

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia di pasar komoditas AS yang berakhir Jumat dinihari (14/2/2025) turun tipis karena optimisme atas potensi jeda tarif baru AS meredakan tekanan sebelumnya.

Harga minyak WTI dan Brent ditutup pada posisi terendah dalam sepekan oleh berita  Pengumuman Presiden Trump menunda menetapkan tarif resiprokal untuk ditinjau lagi sampai waktu yang diperkirakan bulan April.

Harga minyak mentah sebelumnya sudah mendapat tekanan hingga anjlok 2% lebih  karena berita tentang potensi pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina, yang meningkatkan ekspektasi risiko pasokan yang berkurang.

Porduksi minyak Rusia dapat meningkat jika celah sanksi ditemukan, yang berpotensi memberikan tekanan turun tambahan pada harga.

Namun, ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung dan data inflasi AS membuat prospek minyak beragam.

Harga Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak bulan Maret turun 0,11% menjadi $71,29 per barel.

Demikian untuk harga minyak mentah berjangka acuan jenis Brent turun 0,21% menjadi $75,02 per barel.

Untuk pergerakan harga minyak berikutnya cenderung menguat, minyak WTI diperkirakan akan bergerak bertemu kisaran resisten di $73.90 – $78.10 dan  kisaran  support di $69.35 – $66.80.