(Vibiznews – Commodity) – Harga kedelai pada akhir minggu masih naik sebelum libur panjang karena pada hari Senin hari libur President Day dan bursa tutup.
Harga kedelai Maret di CBOT naik $6 (0.58%) menjadi $10.36 per bushel pada penutupan pasar Jumat.
Laporan NOPA akan diumumkan pada hari Selasa (ditunda karena hari Senin libur) dengan perkiraan pedagang untuk penggilingan kedelai sebesar 204.54 MMT di bulan Januari. Naik 10.1% dari tahun lalu jika terjadi . Perkiraan persediaan minyak kedelai sebesar 1.289 milyar lbs.
Laporan Penjualan Ekspor Mingguan pada hari Kamis
- Penjualan kedelai pada minggu ini jumlahnya terendah ke dua pada tahun Marketing 2024/2025 sebesar 185,502 MT, dibawah setengahnya dari total penjualan minggu lalu,
- Pembeli terbesar adalah Cina sebesar 222,000 MT dan berikutnya Mesin 202,200 MT. Negara yang tidak dikenal setelah dikurangi sebesar 356,200 MT, sebagian sudah dibagikan ke negara tujuan sebenarnya, termasuk 206,000 MT yang sudah dilaporkan sebelumnya dari 2 negara tujuan.
- Untuk pemesanan tahun 2025/26 sebesar 24,600 MT ke Jepang.
- Penjualan soymeal sebesar 336,736 MT untuk minggu ini sampai 6 Februari masih dalam range perkiraan antara 200,000 – 625,000 MT.
- Penjualan minyak kedelai sebesar 2,843 MT pada seminggu ini. Dibawah range perkiraan antara 0 –35,000 MT.
CONAB menurunkan produksi kedelai Brazil hari Kamis pagi menjadi 166.01 MMT diturunkan 0.31 MMT. Perkiraan USDA produksi kedelai Brazil 169 MMT.
Faktor-faktor yang menggerakan Harga Kedelai pada Minggu ke 2 Februari
1.Cuaca dingin akan melanda Amerika Serikat bagian tengah dan bagian Timur pada minggu ke 3 Februari, dengan suhu tertinggi dibawah atau mendekati titik beku. Walaupun diramalkan akan adanya hujan tetapi cuacanya lebih dingin daripada basah. Diramalkan akan banyak salju pada minggu depan tetapi kenyataan bisa saja tidak terjadi seperti itu.
2.Cuaca yang dingin akan mengganggu pertumbuhan kedelai sehingga hasilnya bisa berkurang dan berakibat harganya naik.
3.Rencana pengenaan tarif reciprocal dari Presiden Trump membawa kekhawatiran akan terjadi perang dagang sehingga akan mengganggu market share kedelai AS di pasar global.
4.Barang yang diimpor Cina sudah dikenakan tarif 10%, sehingga Cina juga mengenakan pajak bagi barang dari AS, sangat mempengaruhi di pasar kedelai, dengan Cina mengalihkan pembelian kedelai ke negara Amerika Latin seperti Brazil dan Argentina.
5. Laporan Bulanan Perkiraan Persediaan dan Permintaan (WASDE)
- Persediaan akhir kedelai 2024/25 sebesar 380 mbu.
- Harga kedelai tunai rata-rata dari USDA turun 10 sen menjadi $10.10
- Produksi Amerika Selatan diperbarui walaupun produksi Brazil tidak berubah 169 MMT.
- Produksi Argentina dikurangi 3 MMT menjadi 49 MMT karena kekeringan dan panas .
- Persediaan kedelai turun 4.03 MMT menjadi 124.34 MMT.
Ekspor Brazil Februari sebesar 10.1 MMT menurut ANEC naik 330,000 MT dari angka sebelumnya.
Perkiraan panen Brazil menurut AgResource naik menjadi 172.28 MMT . Patria Agronegocios menurunkan perkiraan panen 1.07 MMT menjadi 165.87 MMT
Analisa tehnikal untuk kedelai :
Support pertama di $10.28 dan berikut ke $10.05
Resistant pertama di $10.76 berikut ke $11.02
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting