(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia di bursa berjangka Malaysia menguat untuk sesi kedua berturut pada perdagangan hari Kamis (6/3/2025) jelang data bulanan Dewan Sawit dan neraca perdagangan Tiongkok.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan April 2025 bergerak positif dengan melonjak 1,37% menjadi sekitar MYR4.582 per ton.
Sementara itu, Beijing mempertahankan target pertumbuhan PDB 2025 di sekitar 5%, yang menandakan ekspansi ekonomi yang stabil.
Data dari pembeli utama India, impor diperkirakan akan meningkat mulai Maret dan seterusnya setelah pembelian yang luar biasa rendah pada bulan Januari dan Februari, yang berpotensi meningkatkan prospek permintaan.
Neraca perdagangan Tiongkok diperkirakan menunjukkan peningkatan pada bulan Februari dari periode sebelumnya, demikian data bulanan Dewan Sawit diperkirakan mengangkat harga.
Namun sepanjang pekan harga telah turun hampir 3% oleh kekhawatiran atas melemahnya ekspor setelah data survei kargo menunjukkan pengiriman bulan Februari turun antara 8,5% dan 11%, sehingga memperpanjang penurunan di bulan Januari.