(Vibiznews – Economy & Business) Pada pekan lalu telah dirilis data tenaga kerja AS bulan Januari yang memperlihatkan hasil dovish dengan data Non Farm Payrolls dan tingkat upah AS naik di bawah perkiraan, sedangkan data tingkat pengangguran meningkat.
Hasil dovish tenaga kerja AS tersebut menambah probabilitas pemangkasan suku bunga AS, namun masih tetap lebih tinggi probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga.
Pada pekan mendatang ini akan dirilis data inflasi AS baik inflasi harga konsumen maupun inflasi harga produsen, yang juga menjadi pertimbangan penting bagi The Fed untuk menentukan kebijakan suku bunga selanjutnya.
Prospek Pelemahan Inflasi Harga Konsumen
Pada pekan ini akan dirilis data inflasi harga konsumen AS bulan Februari 2025. Indeks harga konsumen AS naik 0,5% bulan ke bulan pada Januari 2025, naik dari 0,4% pada Desember dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,3%. Angka ini adalah tingkat inflasi bulanan tertinggi sejak Agustus 2023, didorong oleh kenaikan biaya tempat tinggal dan energi.
Sedangkan tingkat inflasi tahunan AS naik tipis menjadi 3% pada Januari 2025, dibandingkan dengan 2,9% pada Desember 2024, dan di atas perkiraan pasar sebesar 2,9%, yang menunjukkan kemajuan yang terhenti dalam mengekang inflasi
Untuk bulan Februari 2025, inflasi AS secara bulanan diindikasikan menurun pada 0,3%.
Demikian juga secara tahunan, inflasi AS bulan Februari 2025 diindikasikan turun pada 2,9%.
Untuk harga konsumen inti AS bulan Januari 2025, yang tidak termasuk barang-barang yang terkait dengan harga pangan dan energi, naik sebesar 0,4% dibandingkan kenaikan 0,2% pada bulan sebelumnya, di atas ekspektasi pasar akan kenaikan sebesar 0,3% untuk menandai kenaikan tercepat sejak Maret tahun lalu.
Tingkat inflasi harga konsumen inti tahunan AS, yang tidak termasuk barang-barang seperti makanan dan energi, naik tipis menjadi 3,3% pada Januari 2025, dari 3,2% pada bulan sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,1%.
Untuk bulan Februari 2025, inflasi inti AS secara bulanan diindikasikan menurun pada 0,3%.
Demikian juga secara tahunan, inflasi inti AS bulan Februari 2025 diindikasikan menurun pada 3,2%.
Prospek Pelemahan Inflasi Harga Produsen
Pada pekan mendatang ini juga akan dirilis data inflasi harga produsen AS bulan Februari 2025. Inflasi harga produsen AS naik 0,4% bulan ke bulan pada Januari 2025, di bawah 0,5% yang direvisi naik pada Desember dan di atas perkiraan 0,3% yang dipimpin oleh harga pangan dan energi.
Untuk Inflasi harga produsen AS mencapai 3,5% tahun-ke-tahun pada Januari 2025, tidak berubah dari pembacaan bulan sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,2%. Angka tersebut tetap pada level tertinggi sejak Februari 2023.
Untuk bulan Februari 2025, inflasi harga produsen AS secara bulanan diindikasikan menurun pada 0,3%.
Sedangkan secara tahunan, inflasi harga produsen AS bulan Februari 2025 diperkirakan menurun pada 3,4%.
Sedangkan inflasi harga produsen inti AS, yang tidak termasuk biaya pangan dan energi, naik sebesar 0,3% selama sebulan pada Januari 2025, menyusul kenaikan 0,4% yang direvisi naik pada Desember, sesuai dengan perkiraan pasar.
Secara tahunan, inflasi produsen inti adalah 3,6% pada Januari 2025, turun sedikit dari 3,7% yang direvisi naik pada Desember 2024, tetapi jauh di atas perkiraan pasar sebesar 3,3%.
Untuk bulan Februari 2025, Inflasi Harga Produsen Inti AS secara bulanan diperkirakan tetap pada 0,3%.
Sedangkan secara tahunan, Inflasi Harga Produsen Inti AS bulan Januari 2025 diperkirakan menurun pada 3,5%.
Pernyataan Pejabat Fed Untuk Pertahankan Suku Bunga
Pada akhir pekan lalu berbagai pernyataan dari ketua The Fed dan pejabat Fed lainnya, memperlihatkan sikap The Fed yang masih menantikan perkembangan ekonomi dan kebijakan Presiden AS Donald Trump.
Ketua Fed Powell menyatakan meskipun tingkat ketidakpastian meningkat, ekonomi AS tetap berada dalam kondisi baik, dengan demikian The Fed tidak perlu terburu-buru menyesuaikan kebijakan.
Gubernur Fed Kugler mengatakan bahwa mungkin tepat bagi Fed untuk mempertahankan suku bunga tetap untuk “beberapa waktu” karena adanya risiko kenaikan inflasi dan peningkatan ekspektasi inflasi terkini.
Presiden Fed Atlanta Bostic mengatakan bahwa arah ekonomi “masih sangat tidak menentu,” dan mungkin butuh beberapa bulan sebelum ada kejelasan tentang bagaimana kebijakan Presiden Trump dan faktor-faktor lainnya akan memengaruhi ekonomi, yang menunjukkan cederung mempertahankan suku bunga tetap setidaknya hingga akhir musim semi.
Prediksi Mempertahankan Suku Bunga Tetap Lebih Tinggi
Diperkirakan The Fed masih akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan Maret 2025 ini.
Jika dilihat dari pengukuran CME Fed Watch Tools, maka terjadi peningkatan probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga untuk pertemuan Maret 2025, dari 92% minggu lalu menjadi 98% saat ini.
Dengan pernyataan ketua Fed dan pejabat Fed yang cenderung mempertahankan suku bunga, ditambah dengan prediksi pelemahan inflasi AS bulan februari, diperkirakan akan semakin memperkuat Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan tanggal 19 Maret 2025 ini.
Juga jika rilis data inflasi harga konsumen AS dan harga produsen AS pekan mendatang ini terealisir menurun, akan semakin memperkuat The Fed untuk memangkas suku bunga pada pertemuan The Fed berkutnya.
Untuk pertemuan Fed berikutnya diperkirakan pemangkasan suku bunga akan mulai terjadi pada bulan Juni 2025, dimana probabilitas pemangkasan suku bunga saat ini berada pada 55%, dibandingkan probabilitas mempertahankan suku bunga pada 18%.