(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada seminggu berlalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:
- Pasar keuangan di minggu yang lewat ini berlanjut terkoreksi di pekan keduanya.
- BI mempertahankan BI Rate di level 5,75%.
- Moody’s menetapkan SCR Indonesia pada level Baa2 dengan outlook
- Capital outflow kembali menekan pasar sekitar Rp4,3 triliun.
- Data ekonomi yang diperhatikan pasar pekan mendatang relatif sepi menjelang libur panjang Nyepi dan Lebaran.
Minggu berikutnya, isyu prospek ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 24-27 March 2025.
===
Minggu yang baru lewat IHSG di pasar modal Indonesia terpantau berakhir merosot di pekan keduanya, mendekati level 3,5 tahun terendahnya, di antaranya dipicu oleh sentimen negatif pasar atas defisit APBN, capital outflow minggu ini, melambatnya penurunan bunga the Fed, serta gejolak perang dagang. Sementara itu, bursa kawasan Asia pada umumnya mixed. Secara mingguan IHSG ditutup melemah tajam 3,95%, atau 257,452 poin, ke level 6.258,179. Untuk minggu berikutnya (24-27 Maret 2025), dipotong cuti lebaran, IHSG kemungkinan agak konsolidatif dengan bias koreksi, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level level 6.707 dan 6.909. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.015, dan bila tembus ke level 5.938.
Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan berlalu berakhir juga lanjut terkoreksi signifikan di minggu keduanya ke sekitar 2,5 minggu terlemahnya, di antara capital outflow sebesar Rp1,2 triliun di pasar SBN. Rupiah secara mingguannya berakhir melemah 0,92% atau 151 poin ke level Rp 16.495 per USD. Sementara, dollar global perlahan rebound dari sekitar 5 bulan terendahnya. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan bias menanjak, atau kemungkinan rupiah dalam bias melemah dan konsolidasi di akhir pekan, dalam range antara resistance di level Rp16.589 dan Rp Rp16.645, sementara support di level Rp16.309 dan Rp16.259.
Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau turun secara mingguannya, terlihat dari pergerakan melesat naik dari yield obligasi dan berakhir ke level 7,183% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah berlanjutnya aksi jual investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury terpantau melemah terbatas.
===
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Maret 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia terjaga baik di tengah ketidakpastian yang masih tinggi. Konsumsi rumah tangga tetap baik meskipun perlu terus didorong guna memanfaatkan keyakinan konsumen yang terjaga.
Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2025 tetap baik dalam kisaran 4,7-5,5%.
Lembaga pemeringkat global Moody’s Investor Service menetapkan sovereign credit rating (SCR) atau peringkat kredit Indonesia pada level Baa2 dengan outlook stabil.
Moody’s menilai perekonomian Indonesia resilien, didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil dan solid serta kredibilitas kebijakan moneter dan fiskal yang terjaga.
Berdasarkan data transaksi 17 – 20 Maret 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp4,25 triliun, terdiri dari jual neto Rp4,78 triliun di pasar saham, beli neto Rp1,20 triliun di pasar SBN, dan jual neto Rp0,67 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
===
Dinamika harga instrumen investasi bergerak begitu aktif, bahkan selama 24 jam dalam 5 sampai 6 hari perdagangan. Buat banyak investor retail lokal tidak mungkin untuk terus memantau pergerakan harga secara non-stop. Dalam situasi seperti ini, terasa manfaatnya dari online trading system. Sistem investasi ini memungkinkan kita pasang order terlebih dahulu, yaitu dengan program yang telah di-setting dan design sebelumnya.
Begitu banyak metode dan teknik untuk trading profit, serta bisa dilakukan dari smartphone kita. Prinsipnya kita bisa masuk ke pasar investasi kapan saja, dari mana saja. Kalau Anda mau belajar lebih jauh, ikuti terus Vibiznews.com. Semua serba investasi ada di situ. Mari, terus maju bersama Vibiznews.com untuk keuntungan investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting