(Vibiznews – Commodity) Harga emas ditutup naik pada akhir pekan hari Jumat terdukung peningkatan permintaan safe haven.
Harga emas spot ditutup naik 0,93% pada $3.085,09 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Juni ditutup naik 0,76% pada $3.114,3.
Kekhawatiran perang dagang terus memicu permintaan safe haven untuk logam mulia setelah Presiden Trump mengumumkan tarif 25% untuk impor mobil AS pada Rabu malam.
Demikian juga risiko geopolitik di Timur Tengah meningkatkan permintaan safe haven untuk logam mulia karena Israel terus melakukan serangan udara di Gaza, mengakhiri gencatan senjata dua bulan dengan Hamas, dan karena AS terus melancarkan serangan terhadap pemberontak Houthi di Yaman.
Selain itu, imbal hasil obligasi global yang lebih rendah pada hari Jumat mendukung logam mulia.
Namun kenaikan emas dibatasi data indeks harga inti PCE Februari naik lebih dari yang diharapkan, dan indikator ekspektasi inflasi AS Maret Universitas Michigan direvisi lebih tinggi, faktor hawkish untuk kebijakan Fed dan bearish untuk logam mulia.
Selain itu, komentar agresif dari Presiden Boston Fed Collins berdampak negatif terhadap logam mulia ketika dia mengatakan bahwa tampaknya “tak terelakkan” bahwa tarif akan meningkatkan inflasi, setidaknya dalam waktu dekat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak naik terdukung peningkatan permintaan safe haven terpicu perkembangan tarif Trump dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Juga jika dolar AS lanjutkan pelemahan, dapat menguatka harga emas. Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $3.126-$3.139. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $3.098-$3.083.