Harga CPO Sepekan Turun Cukup Signifikan, Dibebani oleh Tarif Trump dan Usainya Libur Idul Fitri

860

(Vibiznews – Commodity) – Penurunan harga minyak sawit atau CPO acuan dunia di bursa berjangka Malaysia terus berlanjut pada perdagangan hari Jumat (3/4/2025) oleh kekhawatiran berkurangnya permintaan global pasca tarif Trump.

Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan Juni 2025 bergerak negatif dan  turun 3,50% menjadi sekitar MYR4.332 per ton, terendah dalam sepekan.

Secara mingguan harga CPO alami kontraksi hingga anjlok 1,90% pekan ini setelah pekan sebelumnya alami kenaikan.

Anjloknya harga CPO pekan ini juga dipicu oleh kekhawatiran atas peningkatan produksi karena para pekerja kembali ke perkebunan Malaysia setelah libur Idul Fitri.

Sementara itu, Reuters memproyeksikan pasokan minyak sawit Malaysia kemungkinan naik pada bulan Maret untuk pertama kalinya dalam 6 bulan, dengan produksi melonjak 10,3% menjadi 1,31 juta ton.

Dewan Minyak Sawit Malaysia akan merilis data bulanannya minggu depan.

Membatasi penurunan harga lebih lanjut, surveyor kargo mencatat bahwa ekspor minyak sawit Malaysia naik antara 0,4% dan 3,92% pada bulan Maret.

Di AS, koalisi industri minyak dan biofuel telah mengusulkan peningkatan mandat biomassa diesel menjadi 5,5–5,75 miliar galon dari 3,35 miliar saat ini.