Mengenal Dasar-Dasar Perdagangan Kripto (2)

421
source : Wikimedia Commons

Memahami Bursa atau Platform Perdagangan Kripto

Bursa perdagangan kripto adalah pasar digital tempat pembeli dan penjual dapat memperdagangkan mata uang kripto.Bursa ini bertindak sebagai perantara untuk memfasilitasi perdagangan. Fungsinya mirip dengan bursa saham, tetapi untuk aset digital. Bursa menyediakan infrastruktur yang diperlukan bagi pengguna untuk berinteraksi dan memperdagangkan mata uang kripto secara efisien. Tanpa bursa, menemukan pihak lawan untuk berdagang akan jauh lebih rumit dan memakan waktu.

Cara kerja bursa kripto melibatkan penggunaan buku order (order book) yang mencantumkan semua order beli (bid) dan jual (ask) untuk pasangan mata uang kripto tertentu.

Bid adalah harga tertinggi yang bersedia dibayar oleh pembeli untuk suatu mata uang kripto , sedangkan ask adalah harga terendah yang bersedia diterima oleh penjual.

Perbedaan antara harga bid tertinggi dan harga ask terendah disebut spread.Spread yang sempit biasanya menunjukkan likuiditas yang lebih tinggi di pasar.

Mesin pencocokan (matching engine) bursa akan mempertemukan order beli dan jual pada harga yang saling disepakati untuk mengeksekusi perdagangan. Order pasar (market order) dieksekusi segera pada harga terbaik yang tersedia, sementara order batas (limit order) hanya dieksekusi pada harga tertentu atau lebih baik.

Memahami buku order sangat penting bagi para trader untuk mengukur sentimen pasar, likuiditas, dan potensi pergerakan harga.

Buku order memberikan gambaran real-time tentang penawaran dan permintaan untuk mata uang kripto tertentu, memungkinkan para trader untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi tentang kapan dan pada harga berapa mereka harus berdagang.

Terdapat dua jenis utama bursa kripto: bursa tersentralisasi (centralized exchanges atau CEXs) dan bursa terdesentralisasi (decentralized exchanges atau DEXs).

Bursa tersentralisasi dioperasikan oleh entitas pusat, menawarkan berbagai pasangan perdagangan dan fitur, dan seringkali lebih mudah digunakan untuk pemula (contohnya Indodax, Binance, Crypto.com).

Bursa terdesentralisasi beroperasi tanpa otoritas pusat, memungkinkan perdagangan peer-to-peer langsung dari dompet pengguna (contohnya Uniswap, PancakeSwap). DEXs menawarkan lebih banyak privasi tetapi bisa lebih kompleks bagi pemula.

Pilihan antara CEX dan DEX tergantung pada prioritas pengguna terkait kemudahan penggunaan, keamanan, privasi, dan kontrol atas dana mereka.

CEXs menawarkan kenyamanan dan berbagai layanan, tetapi juga melibatkan kepercayaan pada pihak ketiga untuk menyimpan dana Anda.

DEXs memberikan lebih banyak kontrol dan keamanan tetapi memerlukan pemahaman teknis yang lebih tinggi.

Saat memilih platform perdagangan yang tepat untuk pemula, beberapa faktor perlu dipertimbangkan, termasuk kemudahan penggunaan, langkah-langkah keamanan, mata uang kripto yang tersedia, biaya perdagangan, dukungan pelanggan, dan kepatuhan terhadap regulasi di Indonesia.

Penting untuk mencari platform yang terdaftar di Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) untuk keamanan dan legitimasi tambahan.

Mulailah dengan bursa yang sudah mapan dan memiliki reputasi baik. Bagi pemula di Indonesia, memprioritaskan platform yang diakui dan diatur secara resmi oleh otoritas Indonesia adalah langkah penting dalam memastikan pengalaman perdagangan yang aman. Pendaftaran di Bappebti menunjukkan bahwa platform tersebut telah memenuhi standar keamanan dan operasional tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, menawarkan tingkat perlindungan bagi pengguna.

 

Dompet Kripto (Crypto Wallet): Tempat Aman Menyimpan Aset Digital Anda

Dompet kripto adalah alat atau perangkat digital yang digunakan untuk menyimpan, mengirim, dan menerima mata uang kripto. Penting untuk dipahami bahwa dompet kripto tidak menyimpan mata uang kripto itu sendiri, melainkan menyimpan kunci pribadi (private keys) yang diperlukan untuk mengakses dan mengelola aset tersebut di blockchain.

Dompet kripto sangat penting untuk keamanan dan kontrol aset kripto Anda.

Memahami bahwa dompet kripto menyimpan kunci, bukan koin itu sendiri, adalah fundamental untuk memahami cara kepemilikan mata uang kripto bekerja. Kehilangan kunci pribadi sama dengan kehilangan akses ke mata uang kripto Anda, menekankan pentingnya penyimpanan yang aman.

Terdapat berbagai jenis dompet kripto yang tersedia. Dompet panas (hot wallet) terhubung ke internet, menawarkan kemudahan untuk transaksi yang sering. Contoh dompet panas termasuk dompet web (web wallets) yang diakses melalui peramban web, dompet seluler (mobile wallets) yang merupakan aplikasi di smartphone, dan dompet desktop (desktop wallets) yang merupakan perangkat lunak yang diinstal di komputer.

Di sisi lain, dompet dingin (cold wallet) tidak terhubung ke internet, memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi untuk penyimpanan jangka panjang. Jenis dompet dingin termasuk dompet perangkat keras (hardware wallets) yaitu perangkat fisik yang menyimpan kunci pribadi secara offline, dan dompet kertas (paper wallets) di mana kunci pribadi dan publik dicetak di atas kertas.

Perbedaan utama antara dompet panas dan dingin adalah kemudahan versus keamanan. Pengguna perlu memilih berdasarkan frekuensi perdagangan mereka dan jumlah kripto yang mereka pegang. Untuk jumlah kecil yang dimaksudkan untuk perdagangan reguler, kenyamanan dompet panas mungkin lebih disukai. Untuk kepemilikan jangka panjang yang lebih besar, keamanan yang ditingkatkan dari dompet dingin umumnya direkomendasikan.

Keamanan adalah hal yang paling penting dalam dunia kripto karena mata uang kripto menjadi target bagi peretas dan pencuri. Setelah hilang atau dicuri, aset kripto sangat sulit untuk dipulihkan. Slogan “bukan kunci Anda, bukan kripto Anda” (not your keys, not your crypto) menekankan pentingnya mengontrol kunci pribadi Anda. Mengingat sifat terdesentralisasi pasar kripto dan sifat transaksi yang tidak dapat dibatalkan, keamanan menjadi tanggung jawab utama pengguna.

Berikut adalah beberapa tips keamanan penting untuk dompet kripto:

simpan kunci pribadi dan seed phrase secara rahasia dan offline;

gunakan kata sandi yang kuat dan unik serta aktifkan otentikasi dua faktor (2FA);

berhati-hati terhadap penipuan phishing dan situs web palsu;

hanya unduh perangkat lunak dompet dari sumber resmi;

pertimbangkan untuk menggunakan dompet perangkat keras untuk kepemilikan yang signifikan;

buat cadangan dompet Anda dan simpan cadangan tersebut dengan aman;

sebarkan aset kripto Anda di beberapa dompet.

Menerapkan berbagai lapisan keamanan sangat penting untuk melindungi diri dari berbagai ancaman di ruang kripto. Menggabungkan kata sandi yang kuat, 2FA, penyimpanan kunci offline, dan kesadaran akan penipuan secara signifikan mengurangi risiko kehilangan aset kripto.

 

Glosarium Istilah-Istilah Dasar dalam Trading Kripto

  • Order Book: Daftar real-time dari order beli dan jual untuk mata uang kripto tertentu di bursa.
  • Bid: Harga tertinggi yang bersedia dibayar oleh pembeli untuk mata uang kripto.
  • Ask: Harga terendah yang bersedia diterima oleh penjual untuk mata uang kripto.
  • Spread: Perbedaan antara harga bid dan ask.
  • Leverage: Penggunaan dana pinjaman untuk meningkatkan potensi keuntungan (dan kerugian) dalam perdagangan. Meskipun tidak secara eksplisit didefinisikan dalam snippet, leverage adalah istilah penting untuk perdagangan dan perlu dijelaskan dengan penekanan pada sifat risikonya yang tinggi.
  • Volume: Jumlah mata uang kripto yang diperdagangkan selama periode waktu tertentu.
  • Market Capitalization (Market Cap): Nilai total mata uang kripto yang beredar (harga saat ini dikalikan dengan pasokan yang beredar).
  • Altcoin: Mata uang kripto selain Bitcoin.
  • Fiat Currency: Mata uang yang dikeluarkan pemerintah (misalnya, USD, EUR, IDR).
  • Gas Fee: Biaya transaksi di jaringan blockchain, terutama Ethereum.
  • ATH (All-Time High): Harga tertinggi yang pernah dicapai oleh mata uang kripto.
  • ATL (All-Time Low): Harga terendah yang pernah dicapai oleh mata uang kripto.
  • Bull Market: Periode pergerakan harga naik yang berkelanjutan.
  • Bear Market: Periode pergerakan harga turun yang berkelanjutan.
  • HODL: Memegang mata uang kripto untuk jangka panjang, terlepas dari fluktuasi harga.
  • FOMO (Fear of Missing Out): Ketakutan ketinggalan potensi keuntungan.
  • FUD (Fear, Uncertainty, Doubt): Penyebaran informasi negatif untuk menciptakan ketakutan di pasar.
  • Whale: Individu atau entitas yang memegang sejumlah besar mata uang kripto.

Mengenali terminologi dasar ini sangat penting bagi pemula untuk memahami diskusi pasar dan membuat keputusan perdagangan yang terinformasi. Dunia kripto memiliki jargonnya sendiri, dan memahami istilah-istilah ini akan membantu pemula menavigasi informasi dan berkomunikasi secara efektif dalam komunitas.

 

Manajemen Risiko: Kunci Keberhasilan dalam Trading Kripto

Perdagangan mata uang kripto sangat fluktuatif dan membawa risiko kerugian yang signifikan. Manajemen risiko yang tepat membantu melindungi modal dan menghindari kerugian finansial yang besar. Mengingat volatilitas inheren pasar kripto, manajemen risiko bukan hanya disarankan tetapi juga krusial untuk kelangsungan dan potensi keberhasilan dalam perdagangan. Pergerakan harga yang cepat dapat menyebabkan kerugian besar jika tidak dikelola dengan baik, menjadikan manajemen risiko sebagai landasan perdagangan yang bertanggung jawab.

Salah satu strategi manajemen risiko penting adalah diversifikasi portofolio kripto, yaitu menyebarkan investasi ke berbagai mata uang kripto yang berbeda untuk mengurangi dampak kinerja buruk dari satu aset.Hindari menempatkan seluruh modal Anda ke dalam satu koin, meskipun populer sekalipun.

Pertimbangkan untuk melakukan diversifikasi di berbagai jenis aset kripto (misalnya, kapitalisasi besar, kapitalisasi kecil, token DeFi, stablecoins).

Diversifikasi adalah strategi manajemen risiko mendasar dalam investasi apa pun, dan ini berlaku sama untuk pasar kripto yang fluktuatif. Dengan menyebarkan investasi, pemula dapat mengurangi risiko kerugian signifikan jika satu mata uang kripto tertentu mengalami penurunan tajam.

Penggunaan stop-loss juga merupakan alat penting untuk membatasi kerugian. Order stop-loss secara otomatis menjual mata uang kripto ketika harganya mencapai tingkat yang ditentukan, membatasi potensi kerugian.

Tetapkan level stop-loss berdasarkan toleransi risiko dan strategi perdagangan Anda.

Misalnya, jika Anda membeli BTC dengan harga $30.000 dan ingin membatasi kerugian maksimal sebesar 20%, Anda dapat menetapkan order stop-loss pada harga $24.000.

Order stop-loss adalah alat yang berharga bagi pemula untuk melindungi modal mereka dengan mengotomatiskan proses keluar dari perdagangan yang merugi. Ini mencegah pengambilan keputusan emosional dan membantu membatasi potensi kerugian pada tingkat yang telah ditentukan.

Strategi manajemen risiko lainnya untuk pemula meliputi hanya menginvestasikan modal yang Anda mampu kehilangan 2; memulai dengan jumlah kecil untuk mendapatkan pengalaman; menghindari perdagangan dengan uang pinjaman atau menggunakan leverage yang berlebihan; melakukan riset sendiri (Do Your Own Research atau DYOR) sebelum berinvestasi dalam mata uang kripto apa pun; dan mewaspadai skema “cepat kaya” dan janji keuntungan tinggi yang dijamin. Pendekatan yang hati-hati dan terinformasi sangat penting bagi pemula untuk menavigasi risiko yang terkait dengan perdagangan mata uang kripto. Terburu-buru melakukan perdagangan tanpa riset dan manajemen risiko yang tepat dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan, terutama bagi pendatang baru.

Lihat Sebelumnya : Mengenal Dasar-Dasar Perdagangan Kripto (1)