(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (5/5), terpantau menguat 29,501 poin (0,43%) ke level 6.845,231 setelah dibuka naik ke level 6.840,926.
IHSG bergerak uptrend ke sekitar level 10,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed di antara bursa Jepang, Hong Kong, China yang libur, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam gain dengan S&P500 rally 9 hari.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat 0,28% atau 46 poin ke level Rp 16.384, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah terkoreksi tipis di sesi global sebelumnya; di bawah area 3 minggu terkuatnya walau tertahan dengan data tenaga kerja di NFP yang melebihi estimasi.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.430, serta terpantau rally di hari keempat ke level 7 minggu terkuatnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 25,196 poin (0,37%) ke level 6.840,926. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,090 poin (0,27%) ke level 765,440. Pagi ini IHSG menguat 29,501 poin (0,43%) ke level 6.845,231. Sementara LQ45 terlihat naik 0,51% atau 3,910 poin ke level 767,260.
Tercatat saat ini sebanyak 283 saham naik, 214 saham turun dan 174 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup di akhir pekan dengan serempak menguat di mana S&P500 mencatat rally 9 hari dan sudah menutup rentang loss dari pengumuman tariff dan ketidakpastian belakangan ini. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed melemah, di antaranya ASX200 yang merosot 0,73%, dan Straits Times yang menurun 0,16%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rally di hari keenam ke 10,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias turun di antara beberapa bursa yang libur.
Berikutnya IHSG kemungkinan tetap uptrend secara lebih bertahap, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.909 dan 7.034. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.588, dan bila tembus ke level 6.373.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



