(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD bergerak koreksi setelah 2 hari berturut menguat pada perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (6/6/2025) di tengah penguatan dolar AS.
Poundsterling terkoreksi mendekati 1,3550 terhadap dolar AS, yang turun dari level tertinggi tiga tahun di 1,3620 pada hari sebelumnya. Pair GBPUSD menghadapi tekanan jual karena dolar AS rebound kuat data Nonfarm Payrolls AS bulan Mei.
Data ketenagakerjaan resmi AS tersebut diperkirakan akan memengaruhi pergerakan dolar AS selanjutnya karena kemungkinan akan mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap prospek kebijakan moneter Federal Reserve.
Pekan ini proyeksi pasar bertambah bahwa Fed akan memangkas suku bunga pada bulan Juli setelah data ADP dan data PMI ISM untuk bulan Mei dimana menunjukkan permintaan tenaga kerja yang buruk dan penurunan aktivitas ekonomi.
Namun, dalam pidato publik mereka, pejabat Fed masih mendukung pendekatan wait and see pada suku bunga
Secara teknikal menurut analis Vibiz Research Center pasangan GBPUSD berpotensi koreksi, yang terlihat sedang meluncur mendekati support kuatnya.
Kini pair berada di posisi 1.3543 yang sedang terkoreksi turun menuju support kuat 1.3531, dan jika tembus akan meluncur terus ke support lemahnya di 1.3498.
Namun jika terkoreksi tidak menembus 1.3520 akan memantul kembali ke 1.3584 dan jika tembus akan lanjut ke posisi resisten kuatnya di 1.3610.



