(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY rebound dari kisaran terendah dalam hampir 4 pekan pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (28/5/2026) di tengah koreksi dolar AS dari lonjakan sesi Asia.
Pada sesi Asia posisi yen tertekan mendekati 160 yen pada sesi Asia oleh kuatnya dolar AS sebagai safe haven setelah laporan media menunjukkan serangan militer AS ke Iran yang melemahkan harapan perdamaian kawasan Timur Tengah.
Sementara itu pasar menunggu data resmi Kementerian Keuangan yang akan dirilis Jumat yang dapat mengkonfirmasi tindakan pemerintah untuk menstabilkan mata uang, dengan beberapa analis memperkirakan pihak berwenang mungkin telah menghabiskan sebanyak 10 triliun yen dalam operasi dukungan.
Di bidang kebijakan, Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda memperingatkan risiko inflasi yang meningkat terkait dengan harga minyak yang lebih tinggi tetapi tidak memberikan sinyal apakah bank sentral dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur BOJ Ryozo Himino menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, sambil mencatat bahwa waktu dan kecepatannya akan bergantung pada bagaimana konflik Timur Tengah memengaruhi ekonomi Jepang dan prospek inflasi.
Secara teknikal pair USDJPY bergerak turun mendekati area supportnya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan bergerak kuat kembali dan konsolidasi di kisaran resisten kuatnya.
Pair kini berada di posisi 159,38 dan sedang turun menuju posisi 159,23, jika tembus meluncur ke support lemahnya di S2.
Namun jika pair tidak menembus 159.00, berpotensi berbalik naik ke posisi 159.64 , jika tembus mendaki ke kisaran 159,70 dan lanjut ke resisten lemahnya di posisi R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 160.05 | 159.85 | 159.63 | 159.40 | 159.23 | 158.98 | 158.83 |



