(Vibiznews – Commodity) – Harga tembaga naik pada hari Kamis setelah data konsumen Cina diatas perkiraan, tapi pasar masih berhati-hati atas optimisme perjanjian dagang AS – Cina .
Harga tembaga kontrak tiga bulan di the London Metal Exchange naik 0.3% menjadi $9,701 per MT .
Data ekspor Cina menguat sehingga menjadi sentimen positif bagi logam industri. Ekspor Cina di bulan Juli naik 7.2% dari tahun lalu di atas perkiraan 5.4% . Impor naik 4.1% turun 1% dari perkiraan.
Impor tembaga meningkat 3.4% dari bulan lalu, impor tembaga konsentrate naik 9% sementara di sektor peleburan persediaan tembaga konsentrate sedikit setelah produksi meningkat.
Pada minggu terakhir harga tembaga di LME turun 1.4% karena penurunan harga di Comex setelah AS mengeluarkan tembaga dari obyek tarif impor untuk beberapa produk tembaga.
Persediaan tembaga menjadi sangat banyak di AS yang sebelumnya disiapkan untuk mengantisipasi tarif ini. AS sudah mengeluarkan persediaan tembaganya dari AS sehingga harga di Comex yang tadinya premium terhadap harga di LME menjadi diskon.
Bank Perancis memperkirakan harga tembaga akan turun ke $8,800 pada akhir kuartal ke tiga ini karena persediaan surplus di pasar global.
Tembaga olahan di pasar surplus 272,000 ton pada lima bulan pertama 2025. Pasar masih berfokus apakah AS – Cina akan mencapai perjanjian perdagangan berkelanjutan setelah jatuh tempo tarif 12 Agustus.
Presiden AS mengatakan pada hari Rabu akan mengumumkan tarif baru untuk Cina bisa sama kenaikan tambahan 25% untuk impor India karena India membeli minyak Rusia.
Analisa teknikal untuk tembaga di LME
Support pertama di $9,657 terus turun ke $9,589
Resistant pertama di $9,724dan berikut ke $9,791
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



