(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah dunia alami kenaikan dari posisi terendah dalam 5 bulan di tengah perdagangan komoditas sesi Asia hari Kamis (16/10/2025) setelah 2 hari berturut alami tekanan.
Harga minyak WTI rebound setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Perdana Menteri India Narendra Modi telah berjanji untuk menghentikan pembelian minyak Rusia.
Namun, Trump mencatat bahwa New Delhi tidak dalam posisi untuk segera mengakhiri pembelian dan berjanji untuk juga menekan Tiongkok agar mengurangi impor minyak Rusia, mengingat kedua negara tersebut merupakan konsumen utama, seiring Washington meningkatkan tekanan pada pendapatan energi Moskow.
Pengumuman ini membantu meredakan kekhawatiran yang masih ada akan potensi kelebihan pasokan, menyusul proyeksi IEA tentang surplus hingga 4 juta barel per hari pada tahun 2026.
Sementara itu, data persediaan minyak mentah AS melonjak sebesar 7,4 juta barel pekan lalu, yang akan menandai peningkatan terbesar sejak Juli jika dikonfirmasi oleh angka resmi.
Peningkatan ini telah menambah kekhawatiran permintaan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok yang terus membayangi prospek konsumsi.
Harga Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak bulan Oktober 2025 sedang naik 0,88% menjadi $58,78 per barel.
Harga minyak mentah berjangka acuan jenis Brent naik 0,78% menjadi $62,40 per barel.
Secara teknikal, untuk pergerakan harga minyak WTI selanjutnya diperkirakan akan bertemu kisaran support di $55.80 – $57.20 dan kisaran resisten di $60.10 – $62.70.



