(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir merosot pada akhir pekan hari Jumat terbebani penurunan proyeksi pemangkasan suku bunga Fed.
Harga emas spot ditutup merosot 2,17% pada $4.080,79 per ons.
Harga emas berjangka AS ditutup merosot 2,39% pada $4.094,2 per ons.
Lihat : Harga Emas Antam Hari ini Senin 17 November 2025, Naik Rp3.000
Harga emas merosot karena ekspektasi penurunan suku bunga The Fed menurun, yang mendorong likuidasi besar-besaran pada logam mulia.
Peluang penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC bulan depan turun menjadi 43% pada hari Jumat dari 70% minggu lalu, setelah beberapa pejabat The Fed minggu ini berpendapat untuk mempertahankan suku bunga tetap.
Penurunan harga logam mulia meningkat setelah Presiden The Fed Kansas City, Jeff Schmid, dan Presiden The Fed Dallas, Lorie Logan, memperingatkan agar tidak melakukan pemotongan suku bunga The Fed lebih lanjut.
Logam mulia terus memiliki permintaan yang kuat sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian tarif AS, risiko geopolitik, pembelian oleh bank sentral.
Malam nanti akan dirilis pernyataan pejabat Fed Williams, Jefferson dan Kashkari.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun dengan menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed bulan Desember. Juga jika malam nanti pernyataan pejabat Fed memberikan sinyal hawkish untuk penghentian pemangkasan suku bunga Fed, dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga emas. Harga emas berjangka diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.013-$3.932. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.195-$4.296.



