IHSG Dibuka Menguat 0,77% ke 8.763,34 Imbas Pemangkasan Suku Bunga The Fed 25 bps

309
Vibizmedia Photo

 

(Vibiznews – IDX Stock) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Kamis (11/12/2025). Pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 65,81 poin atau 0,77% ke 8.763,34.

Berdasarkan pengamatan terdapat 315 saham naik, 118 saham turun dan 196 saham stagnan. Sembilan indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan dua indeks sektoral tergelincir ke zona merah.

Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor infrastruktur yang naik 3,73%, sektor energi naik 0,97% dan sektor barang baku yang naik 0,88%.
Sedangkan indeks sektoral yang melemah adalah sektor transportas yang turun 0,53% dan sektor teknologi yang turun 0,07%.

Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 2,43 miliar saham dengan total nilai Rp 1,44 triliun. Pasar keuangan hari ini akan menghadapi sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri. Sentimen terbesar akan datang dari keputusan The Fed yang memangkas suku bunga sebesar 25 bps.

The Fed akhirnya memenuhi harapan dunia dengan memangkas suku bunganya sebesar 25 bps ke level 3,50-3,75%. Pemangkasan ini menjadi kabar baik bagi Indonesia.

Dengan pemangkasan bunga maka aliran dana asing diharapkan segera mengalir deras ke Indonesia sehingga rupiah dan IHSG bisa menguat.

The Fed mengumumkan suku bunga pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia (10/12/2025) setelah menggelar pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) selama dua hari.

Ini merupakan pemangkasan ketiga sepanjang tahun ini setelah September dan Oktober lalu. Suku bunga saat ini adalah yang terendah sejak November 2022 atau hampir tiga tahun terakhir.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati data penjualan ritel yang menguat, tapi pemulihannya belum merata. Roda konsumsi rumah tangga RI kembali menunjukkan geliat dalam Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI) untuk Oktober 2025.

Hal ini terlihat dari Indeks Penjualan Riil (IPR) nasional tumbuh 4,3% secara tahunan (yoy). Angka ini lebih kuat dibandingkan kenaikan 3,7% yoy pada September. Angka ini memberi sinyal bahwa fondasi konsumsi masyarakat mulai membaik, setidaknya di tingkat nasional.

Namun di balik angka headline yang tampak solid, survei BI menunjukkan bahwa pemulihan ini tidak terjadi secara merata. Beberapa kelompok barang melaju cukup cepat, sementara yang lain justru terhambat. Secara bulanan, IPR naik 0,6% month-to-month (mtm), terutama karena peningkatan penjualan pada barang-barang budaya dan rekreasi yang tumbuh 2,4% mtm.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting