(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia masih di bawah posisi MYR4000 pada penutupan perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Selasa (65/1/2026) di tengah penguatan ringgit.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan Maret 2026 turun 0,60% menjadi sekitar MYR3.990, setelah awal sesi sempat berada di posisi MYR4.034.
Selain penguatan ringgit, harga tertekan oleh tanda-tanda penurunan permintaan dari India, sebagai pembeli utama. Impor minyak sawit India turun ke level terendah delapan bulan pada bulan Desember, tertekan oleh konsumsi musim dingin yang lebih lemah dan peningkatan pembelian minyak pesaing.
Sementara itu pelaku pasar mengalihkan perhatian ke data minyak sawit Desember mendatang dan rilis ekonomi penting di Tiongkok akhir pekan ini, termasuk CPI dan PPI, mengingat peran Tiongkok sebagai konsumen utama minyak sawit.
Sementara itu banyak memperkirakan persediaan minyak sawit Malaysia kemungkinan mencapai level tertinggi dalam hampir 7 tahun pada bulan Desember, menggarisbawahi permintaan yang belum sepenuhnya pulih, meskipun ekspektasi membaik menjelang Tahun Baru Imlek dan bulan puasa Ramadan.



