(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Selasa sore ini (6/1), terpantau membukukan all time high baru dengan menguat 74,818 poin (0,84%) ke level 8.933,609 setelah dibuka naik ke level 8.883,241.
IHSG bergerak dari dua zona lalu mencetak rekor baru di hari ketiganya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat sementara mengamati perkembangan geopolitik di Amerika Latin, serta mencermati Wall Street yang semalam rally oleh estimasi situasi geopolitik tidak memanas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,06% atau 12 poin ke level Rp 16.745, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menurun perlahan setelah terkoreksi terbatas di sesi global sebelumnya; turun dari sekitar 2 minggu tertingginya di tengah investor mencermati data ekonomi AS dan mengabaikan perkembangan Venezuela.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.735, serta terpantau terkoreksi bertahap di hari keempatnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 24,050 poin (0,27%) ke level 8.883,241. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,560 poin (0,30%) ke level 862,330. Siang ini IHSG menguat 23,250 poin (0,26%) ke level 8.882,441. Sementara LQ45 terlihat naik 0,10% atau 0,890 poin ke level 860,660.
IHSG kemudian terus melaju dan ditutup menguat 74,818 poin (0,84%) ke level 8.933,609. Sementara LQ45 terlihat naik 0,62% atau 5,290 poin ke level 865,060. Tercatat saat ini sebanyak 428 saham naik, 256 saham turun dan 127 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed menguat, di antaranya Nikkei yang naik 1,32%, dan Hang Seng yang menanjak 1,38%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini lanjut rally mencatat rekor baru, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat sementara mengamati perkembangan geopolitik di Amerika Latin.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan membukukan rekor penutupan baru, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.940 dan 9.000. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,664 dan bila tembus ke level 8,525.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



