(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa pagi ini (6/1), terpantau menguat terbatas 8,310 poin (0,09%) ke level 8.867,501 setelah dibuka naik ke level 8.883,241.
IHSG bergerak di dua zona setelah mencetak all time high kemarin, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias menguat sementara mengamati perkembangan geopolitik di Amerika Latin, serta mencermati Wall Street yang semalam rally oleh estimasi situasi geopolitik tidak memanas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,05% atau 8 poin ke level Rp 16.743, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun perlahan setelah terkoreksi terbatas di sesi global sebelumnya; turun dari sekitar 2 minggu tertingginya di tengah investor mencermati data ekonomi AS dan mengabaikan perkembangan Venezuela.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.735, serta terpantau terkoreksi bertahap di hari keempatnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 24,050 poin (0,27%) ke level 8.883,241. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,560 poin (0,30%) ke level 862,330. Pagi ini IHSG menguat 8,310 poin (0,09%) ke level 8.867,501. Sementara LQ45 terlihat turun 0,07% atau 0,620 poin ke level 859,150.
Tercatat saat ini sebanyak 297 saham naik, 276 saham turun dan 145 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street semalam ditutup menguat, dengan Dow Jones sempat membukukan rekor intraday, di tengah estimasi pasar bahwa situasi geopolitik tidak akan memanas atau menambah konflik baru. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed menguat, di antaranya Nikkei yang naik 0,61%, dan Hang Seng yang menanjak 1,45%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini agak konsolidasi dua zona di area rekor barunya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias menguat sementara mengamati perkembangan geopolitik di Amerika Latin.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan mencatat rekor baru setidaknya intraday, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.895 dan 8.950. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,525 dan bila tembus ke level 8,361.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



