Harga CPO 7 Januari Rebound Kuat oleh Pelemahan Ringgit

174

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia rebound kuat pada penutupan perdagangan bursa komoditas Malaysia hari  Rabu (7/1/2026) di tengah pelemahan ringgit dan naiknya minyak nabati pesaing di pasar Dalian dan Chicago.

Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan Maret 2026 melonjak 1,13% menjadi sekitar MYR4.013,  setelah awal sesi sempat berada di  posisi MYR3.990.

Namun, kenaikan dibatasi oleh penurunan tajam harga minyak mentah menyusul aksi militer AS di Venezuela.

Kekhawatiran atas pembelian yang lebih lemah dari pembeli utama India juga masih ada, setelah impor minyak sawit Desember turun ke level terendah delapan bulan di tengah konsumsi musim dingin yang lebih lemah dan pembelian minyak pesaing yang lebih tinggi.

Sementara itu, surveyor kargo melaporkan pengiriman minyak sawit Malaysia turun 5,2%–5,8% secara bulanan pada bulan terakhir tahun 2025.

Menambah kehati-hatian pasar, Reuters memperkirakan persediaan minyak sawit Malaysia kemungkinan naik ke level tertinggi dalam hampir tujuh tahun pada bulan Desember, menjelang data bulanan resmi yang akan datang.