(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Rabu sore ini (7/1), terpantau menguat terbatas 11,204 poin (0,13%) ke level 8.944,813 setelah dibuka naik ke level 8.958,449.
IHSG bergerak mencatat rekor tertinggi baru di hari keempatnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah di tengah investor mengamati situasi geopolitik Venezuela dan Greenland, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam rally di area rekor.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,15% atau 25 poin ke level Rp 16.770, dengan dollar AS di pasar uang Eropa naik perlahan setelah menguat di sesi global sebelumnya; dekat dengan sekitar 2 minggu tertingginya di antara investor berbalik mencermati data tenaga kerja AS.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.745, serta terpantau terkoreksi bertahap di hari kelimanya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 24,840 poin (0,28%) ke level 8.958,449. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,340 poin (0,27%) ke level 867,400. Siang ini IHSG menguat 12,642 poin (0,14%) ke level 8.946,251. Sementara LQ45 terlihat naik 0,48% atau 4,160 poin ke level 869,220.
IHSG kemudian fluktuatif di dua zona dan tetap ditutup menguat 11,204 poin (0,13%) ke level 8.944,813. Sementara LQ45 terlihat naik 0,72% atau 6,270 poin ke level 871,330. Tercatat saat ini sebanyak 344 saham naik, 362 saham turun dan 104 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed melemah, di antaranya Nikkei yang turun 1,06%, dan Hang Seng yang merosot 0,94%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini lanjut ke rekor tertinggi baru walau melambat, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah di tengah investor mengamati situasi geopolitik Venezuela dan Greenland.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan menghadapi incaran profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.971 dan 9.000. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,664 dan bila tembus ke level 8,525.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



