(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu siang ini (7/1), terpantau menguat 12,642 poin (0,14%) ke level 8.946,251 setelah dibuka naik ke level 8.958,449.
IHSG bergerak mencatat rekor intraday baru di hari keempatnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah investor mengamati situasi geopolitik Venezuela dan Greenland, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam rally di area rekor.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,21% atau 35 poin ke level Rp 16.780, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun perlahan setelah menguat di sesi global sebelumnya; dekat dengan sekitar 2 minggu tertingginya di antara investor berbalik mencermati data tenaga kerja AS.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.745, serta terpantau terkoreksi bertahap di hari kelimanya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 24,840 poin (0,28%) ke level 8.958,449. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,340 poin (0,27%) ke level 867,400. Siang ini IHSG menguat 12,642 poin (0,14%) ke level 8.946,251. Sementara LQ45 terlihat naik 0,48% atau 4,160 poin ke level 869,220.
Tercatat saat ini sebanyak 346 saham naik, 325 saham turun dan 135 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed melemah, di antaranya Nikkei yang turun 1,05%, dan Hang Seng yang merosot 1,21%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini lanjut =ke rekor intraday baru, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah investor mengamati situasi geopolitik Venezuela dan Greenland.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan membukukan rekor penutupan baru kembali, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.971 dan 9.000. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,664 dan bila tembus ke level 8,525.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



