(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Kamis sore ini (8/1), terpantau terkoreksi 19,342 poin (0,22%) ke level 8.925,471 setelah dibuka naik ke level 8.964,182.
IHSG bergerak dari rekor intraday baru lalu terkoreksi profit taking, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah di tengah investor mengamati ketikdakpastian situasi geopolitik, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam mixed dan terbatas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,09% atau 15 poin ke level Rp 16.785, dengan dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; bertahan sekitar sebulan tertingginya di antara beberapa data ekonomi AS yang variatif.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.770, serta terpantau terkoreksi di hari keenamnya mendekati 8,5 bulan terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 19,369 poin (0,22%) ke level 8.964,182. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,930 poin (0,11%) ke level 870,400. Siang ini IHSG menguat 39,665 poin (0,44%) ke level 8.984,478. Sementara LQ45 terlihat naik 0,71% atau 6,230 poin ke level 877,560.
IHSG kemudian menurun dan ditutup melemah 19,342 poin (0,22%) ke level 8.925,471. Sementara LQ45 terlihat turun 0,43% atau 3,710 poin ke level 867,620. Tercatat saat ini sebanyak 302 saham naik, 370 saham turun dan 138 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed melemah, di antaranya Nikkei yang turun 1,63%, dan Hang Seng yang merosot 1,17%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dari rekor intraday jadi terkoreksi, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah di tengah investor mengamati ketikdakpastian situasi geopolitik.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan diincar profit taking namun tetap uptrend, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 9.003 dan 9.050. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,664 dan bila tembus ke level 8,525.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



