(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia naik ke posisi tertinggi sepekan pada penutupan perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Kamis (8/1/2026) di tengah pelemahan dolar AS dan naiknya minyak nabati pesaing di pasar Dalian dan Chicago.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan Maret 2026 naik 0,22% menjadi sekitar MYR4.042, setelah awal sesi sempat berada di posisi MYR4.087.
Sentimen positif awal sesi juga datang dari sikap pemerintah Indonesia akan menyita 4-5 juta hektar lahan sawit ilegal pada tahun 2026.Karena langkah tersebut, ditambah dengan ekspansi biodiesel agresif Indonesia, dapat memperketat pasokan dan menaikkan harga.
Namun, kenaikan dibatasi oleh permintaan yang lebih lemah dari India, pembeli minyak sawit terbesar di dunia, dengan impor Desember turun ke level terendah delapan bulan di tengah konsumsi musim dingin yang lemah dan penggunaan minyak saingan yang lebih besar.
Sementara itu, perkiraan Reuters menunjukkan persediaan Malaysia mencapai level tertinggi hampir tujuh tahun pada bulan Desember, sementara kehati-hatian tetap ada atas risiko deflasi menjelang data CPI dan PPI yang akan dirilis Jumat di Tiongkok.



