(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir naik pada hari Jumat terdukung perningkatan permintaan safe haven.
Harga emas spot ditutup naik 0,70% pada $4.508,93 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Februari 2026 berakhir naik 0,90% pada $4.500,9 per ons.
Lihat : Harga Beli Emas Antam Hari Sabtu 10 Januari 2026 Meroket Rp25.000; Harga Buyback Melonjak Rp23.000
Permintaan safe haven masih terus meningkat seiring ketegangan geopolitik tetap tinggi di tengah meningkatnya kerusuhan di Iran, pertempuran yang terus berlanjut dalam perang Rusia di Ukraina, penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS, dan isu pengambilalihan kendali Greenland.
Kenaikan harga emas juga didukung pelemahan data Non Farm Payrolls AS Desember.
Non Farm Payrolls AS pada bulan Desember naik 50.000, meleset dari ekspektasi kenaikan 60.000, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,4%, di bawah perkiraan 4,5%.
Pelemahan Non Farm Payrolls AS menunjukkan lingkungan penciptaan lapangan kerja yang buruk.
Harga emas juga naik pada hari Jumat setelah Presiden Trump mengarahkan Fannie Mae dan Freddie Mac untuk membeli obligasi hipotek senilai $200 miliar dalam upaya menurunkan biaya pinjaman dan mendorong permintaan perumahan. Langkah pembelian obligasi ini dipandang sebagai pelonggaran kuantitatif semu, yang meningkatkan permintaan logam mulia sebagai penyimpan nilai.
Namun kenaikan indeks dolar pada hari Jumat ke level tertinggi 4 minggu membatasi kenaikan logam mulia.
Reli indeks S&P 500 pada hari Jumat ke rekor tertinggi baru juga mengurangi permintaan safe-haven untuk logam mulia.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya di awal pekan mendatang, harga emas dapat naik dengan masih berlangsungnya kerusuhan di Iran, ketegangan Rusia-Ukraina, dan ketegangan geopolitik AS-Venezuela. Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $4.531-$4.562. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $4.466-$4.432.



