(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Senin sore ini (12/1), terpantau melemah 52,031 poin (0,58%) ke level 8.884,723 setelah dibuka naik ke level 9.000,967.
IHSG bergerak terkoreksi profit taking dari area rekor sebelumnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias menguat di tengah Kospi mencetak rekor baru dan pasar mengamati perkembangan situasi di Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan positif dengan S&P500 mencetak rekor.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,15% atau 25 poin ke level Rp 16.825, dengan dollar AS di pasar uang Eropa merosot setelah menguat 4 hari di sesi global sebelumnya; terkoreksi dari sebulan tertingginya setelah sempat diangkat data lapangan kerja AS yang di bawah estimasi.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.800, serta terpantau bearish di hari kedelapannya pada level 8,5 bulan terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 64,213 poin (0,72%) ke level 9.000,967. Sedangkan indeks LQ45 naik 4,510 poin (0,52%) ke level 872,530. Siang ini IHSG menguat 3,480 poin (0,04%) ke level 8.940,234. Sementara LQ45 terlihat naik 0,23% atau 2,030 poin ke level 870,050.
IHSG kemudian fluktuatif di zona merah dan ditutup melemah 52,031 poin (0,58%) ke level 8.884,723. Sementara LQ45 terlihat turun 0,17% atau 1,470 poin ke level 866,550. Tercatat saat ini sebanyak 279 saham naik, 435 saham turun dan 97 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed menguat, di antaranya Kospi yang menanjak 1,84%, dan Hang Seng yang naik 1,44%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi profit taking dari area rekor, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias menguat di tengah Kospi mencetak rekor baru dan pasar mengamati perkembangan situasi di Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan positif dengan S&P500 mencetak rekor.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih diincar profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 9.003 dan 9.050. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,664 dan bila tembus ke level 8,525.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



