IHSG Selasa Ditutup Menguat 0,7% ke Level 8.948; Mencetak Rekor di Akhir Sesi, Searah Asia

134
BEI
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Selasa sore ini (13/1), terpantau membukukan rekor dengan menguat 63,580 poin (0,72%) ke level 8.948,303 setelah dibuka naik ke level 8.930,433.

IHSG bergerak fluktuatif lalu melejit mencetak rekor penutupan baru, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias menguat dipimpin Nikkei yang melejit dan kenaikan harga minyak dunia oleh situasi protes besar di Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam menguat di area rekor.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,21% atau 35 poin ke level Rp 16.860, dengan dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; sempat tertekan oleh berita Powell the Fed dalam penyidikan Departemen Kehakiman AS yang kemudian mengangkat harga emas dunia.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.825, serta terpantau bearish di hari kesembilannya pada level 8,5 bulan terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 45,710 poin (0,51%) ke level 8.930,433. Sedangkan indeks LQ45 naik 5,220 poin (0,60%) ke level 871,770. Siang ini IHSG turun tipis 0,102 poin (0,00%) ke level 8.884,621. Sementara LQ45 terlihat naik 0,83% atau 7,200 poin ke level 873,750.

IHSG kemudian fluktuatif serta melejit ke rekor di akhir sesi dan ditutup menguat 63,580 poin (0,72%) ke level 8.948,303. Sementara LQ45 terlihat naik 1,42% atau 12,320 poin ke level 878,870. Tercatat saat ini sebanyak 348 saham naik, 327 saham turun dan 131 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang melejit 3,10%, dan Hang Seng yang naik 0,90%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini fluktuatif dan membukukan ATH terakhirnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias menguat dipimpin Nikkei yang melejit dan kenaikan harga minyak dunia oleh situasi protes besar di Iran.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi pendek diincar profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 9.003 dan 9.050. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,664 dan bila tembus ke level 8,525.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group