Rekomendasi Harga Emas 13 Januari 2026 : Cermati Pergerakan Dolar AS; Harapkan Permintaan Safe Haven

102

(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir naik melonjak pada hari Senin terdukung permintaan safe haven terpicu kekhawatiran pelemahan independensi The Fed.

Harga emas spot ditutup naik 1,96% pada $4.597,43 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak Februari 2026 ditutup naik 2,53% pada $4.614,7 per ons.

Lihat : Harga Beli Emas Antam Hari ini Rabu 13 Januari 2026 Naik Rp21.000; Harga Buycak Naik Rp19.000

Harga emas berakhir melonjak tajam terdukung peningkatan permintaan safe haven dengan adanya kekhawatiran tentang independensi The Fed menyusul ancaman Departemen Kehakiman AS untuk mendakwa Federal Reserve. Ketua Fed Powell mengatakan potensi dakwaan tersebut terjadi di tengah “ancaman dan tekanan berkelanjutan” dari pemerintahan Trump untuk memengaruhi keputusan suku bunga.

Emas juga mendapat dukungan permintaan safe haven di tengah risiko geopolitik di Iran, Ukraina, Timur Tengah, dan Venezuela.

Selain itu, logam mulia didukung oleh kekhawatiran bahwa The Fed akan menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar pada tahun 2026 karena Presiden Trump bermaksud untuk menunjuk Ketua The Fed yang cenderung lunak.

Malam nanti akan dirilis data inflasi dan inflasi inti AS Desember, dimana secara tahunan inflasi AS diindikasikan tetap dan inflasi inti diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat naik terdukung permintaan safe haven dengan masih berlangsungnya kerusuhan di Iran, ketegangan Rusia-Ukraina, dan ketegangan geopolitik AS-Venezuela. Namun juga akan mencermati pergerakan dolar AS yang jika berbalik menguat, akan menekan harga emas. Juga jika malam nanti data inflasi inti Desember AS terealisir naik dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga emas. Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.544-$4.472. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.664-$4.712.