(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia terjun ke posisi terendah dalam sebulan pada akhir perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Kamis (15/1/2026) di tengah pelemahan minyak nabati di pasar Dalian dan Chicago.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan Maret 2026 turun 1,49% menjadi sekitar MYR3.980, setelah awal sesi sempat berada di posisi MYR4.053.
Harga CPO yang terjun ke bawah kisaran MYR4000 tersebut dibebani oleh jumlah pasokan yang tinggi mendekati level tertinggi multi-tahun meskipun permintaan biasanya menguat menjelang Tahun Baru Imlek dan awal Ramadan.
Sementara itu pergerakan harga juga tertekan oleh kebijakan terbaru pemerintah Indonesia yang membatalkan mandat biodiesel B50 tahun ini, dimana mempertahankan mandat B40 karena kendala teknis dan pendanaan. Berita ini meredam prospek permintaan.
Anjloknya harga minyak mentah dunia karena meredanya kekhawatiran akan serangan AS terhadap Iran juga membebani pergerakan harga.
Namun pelemahan harga dibatasi oleh ringgit yang lebih lemah dan tanda-tanda laporan ekspor yang lebih kuat, dengan surveyor kargo mencatat pengiriman 1-10 Januari melonjak 17,7%–29,2% dari Desember.
Sementara itu, permintaan dari India, importir minyak sawit terbesar di dunia, juga diperkirakan akan pulih pada bulan Januari setelah merosot ke level terendah delapan bulan pada bulan Desember.



