(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir naik tipis pada hari Rabu terpicu pelemahan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup naik tipis 0,01% pada 1.1645.
Dolar AS jatuh ke titik terendahnya ketika Presiden Fed Philadelphia Anna Paulson mengatakan dia memperkirakan pemotongan suku bunga Fed di akhir tahun ini.
Kenaikan Dolar AS banyak berkurang setelah komentar Wakil Presiden ECB Luis de Guindos pada hari Rabu membebani Euro ketika ia mengatakan ketidakpastian global membebani perekonomian Zona Euro.
Wakil Presiden ECB Luis de Guindos mengatakan inflasi Zona Euro “tetap berada di tempat yang baik,” meskipun ketidakpastian global membebani perekonomian.
Swap memperkirakan peluang 1% kenaikan suku bunga +25 bp oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 5 Februari.
Sore nanti akan dirilis data Balance of Trade November dan Produksi Industri November Zona Euro yang diindikasikan keduanya menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika dolar AS berbalik menguat, akan menekan Euro. Juga jika sore nanti data Balance of Trade November dan Produksi Industri November Zona Euro terealisir turun, akan dapat menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1633-1.1622. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1659-1.1674.



