(Vibiznews – Commodity) Harga perak ditutup merosot pada hari Senin terbebani penguatan dolar AS.
Harga perak spot ditutup merosot 4,72% pada $89,35.
Harga perak berjangka AS kontrak Mei 2026 ditutup merosot 4,765 pada $88,85.
Harga perak merosot ke wilayah negatif, setelah reli indeks dolar ke level tertinggi dalam 5 minggu memicu likuidasi posisi beli logam mulia.
Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi pada hari Senin berdampak negatif terhadap logam mulia.
Sebelumnya serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran telah memicu permintaan aset safe-haven untuk logam mulia.
Malam nanti akan ada pernyataan dari pejabat Fed Williams dan Kashkari.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak naik dengan masih berlangsungnya perang Israel-AS versus Iran akan meningkatkan permintaan safe haven. Juga akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika melemah, akan menguatkan harga perak. Namun jika pernyataan pejabat Fed memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga Fed, akan menekan harga perak.
Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $94,96-$100,57. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $85,17-$80,99.
Harga perak berjangka AS kontrak Mei 2026 diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $94,99-$101,13. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $84,72-$80,59.



