(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada seminggu berlalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:
- Pasar keuangan di minggu lalu umumnya variatif, dengan IHSG terus rally rekor tertinggi baru sedangkan rupiah bearish dekat rekor terendahnya.
- Dana asing tercatat net capital outflow, sekitar Rp7,7 triliun dalam sepekan.
- Sentimen global saat ini sekitar isyu geopolitik sekitar Iran, Venezuela, Greenland, serta arah kebijakan the Fed tahun ini.
- Data ekonomi yang diperhatikan pasar pekan mendatang adalah rilis BI Rate pada hari Rabu yang diperkirakan bertahan di 4,75%, serta data uang beredar Jumat yang akan datang.
Minggu berikutnya, isyu prospek ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 19-23 January 2026.
===
Minggu yang baru lewat IHSG di pasar modal Indonesia terpantau lanjut uptrend dengan membukukan rally all time high 3 hari berturut-turut, sebelum libur Jumat, ditopang sektor konsumen dan keuangan perbankan. Sementara itu, bursa kawasan Asia pada seminggu ini umumnya menguat, dengan Nikkei di area rekornya. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 1,68%, atau 149,935 poin, ke level 9.075,406.
Untuk minggu berikutnya (19-23 Januari 2026), IHSG kemungkinan akan lebih konsolidatif ditahan profit taking pendek namun tetap uptrend, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level level level 9.101 dan 9.150. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,715 dan bila tembus ke level 8,584.
Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan berlalu berakhir lanjut bearish dari sekitar 11 hari perdagangan ke level 9 bulan terendahnya, mendekati area all time low pada April tahun lalu. Rupiah secara mingguannya berakhir melemah 36 poin ke level Rp 16.865 per USD. Sementara, dollar global terpantau uptrend bertahap ke 6,5 minggu tertingginya oleh data ekonomi AS yang membaik dan mengindikasikan the Fed mempertahankan suku bunganya pada minggu ini (Kamis dini hari) dan akan bertahan lebih lama.
Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih uptrend walau agak konsolidasi sebentar, atau kemungkinan rupiah tetap bearish pada sekitar rekor terendahnya, dalam range antara resistance di level Rp16.884 dan Rp16.996, sementara support di level Rp16.780 dan Rp16.690.
Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau turun secara mingguannya, terlihat dari pergerakan naik yield obligasi dan berakhir ke level 6,230% pada akhir pekan dalam 2 minggu berturut-turut. Ini terjadi di tengah berlanjutnya aksi jual investor asing di pasar SBN. Sementara yields US Treasury terpantau berakhir naik kuat di hari terakhir.
===
BI melaporkan kinerja penjualan eceran pada Desember 2025 diprakirakan tetap tumbuh. Hal ini tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2025 yang diprakirakan tumbuh sebesar 4,4% (yoy). Kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Makanan, Minuman, dan Tembakau, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.
Berdasarkan data transaksi 12 – 14 Januari 2026, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp7,71 triliun, terdiri dari jual neto sebesar Rp8,15 triliun di pasar SBN dan Rp2,64 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta beli neto sebesar Rp3,08 triliun di pasar saham.
===
Tahun yang baru 2026 ini memberikan harapan baru, setelah tahun sebelumnya merupakan tahun yang bergejolak dan memberi sejumlah kejutan pasar. Tentunya, tidak ada janji bahwa tidak akan ada lagi gejolak di tahun ini. Situasi geopolitik dunia yang memanas biasanya berpengaruh terhadap dinamika harga pasar. Estimasi seberapa cepat atau lambat penurunan suku bunga the Fed mewarnai prediksi pasar global pada permulaan tahun, yang memunculkan gejolak sentimen baru di pasar investasi.
Harapan baru bagi kita bukanlah tenangnya pasar. Bukan. Itu tidak akan pernah terjadi, di samping pasar jadi tidak menarik lagi dalam keserbatenangannya. Harapan itu ada pada penguasaan pengetahuan dinamika pasar yang semakin baik. Untuk hal ini, teman setia investasi Anda adalah vibiznews.com? Terima kasih bagi Anda semuanya, pembaca setia Vibiznews!
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



