(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Senin sore ini (19/1), terpantau cetak all time high baru dengan menguat 58,472 poin (0,64%) ke level 9.133,878 setelah dibuka naik ke level 9.091,875.
IHSG bergerak rally mencapai rekor terbaru di hari keempat, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah di antaranya Nikkei yang terkoreksi dari rekor minggu lalu, serta mencermati Wall Street yang di akhir pekan menurun terbatas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,42% atau 70 poin ke level Rp 16.935, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menurun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; terkoreksi dari sekitar 6,5 minggu tertingginya di tengah isyu Greenland antara AS dan Uni Eropa.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.865, serta terpantau bearish di level all time low sepanjang sejarah.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 16,469 poin (0,18%) ke level 9.091,875. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,840 poin (0,21%) ke level 891,270. Siang ini IHSG menguat 24,292 poin (0,27%) ke level 9.099,698. Sementara LQ45 terlihat naik 0,10% atau 0,860 poin ke level 890,290.
IHSG kemudian menanjak naik dan ditutup menguat 58,472 poin (0,64%) ke level 9.133,878. Sementara LQ45 terlihat naik 0,41% atau 3,690 poin ke level 893,120. Tercatat saat ini sebanyak 377 saham naik, 318 saham turun dan 110 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 0,65%, dan Hang Seng yang turun 1,05%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rally mencetak rekor baru di hari keempat, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah di antaranya Nikkei yang terkoreksi dari rekor minggu lalu.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan sempat diincar profit taking namun tetap uptrend, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 9.134 dan 9.200. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,841 dan bila tembus ke level 8,715.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



