(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Selasa sore ini (20/1), terpantau flat dengan menguat tipis 0,822 poin (0,01%) ke level 9.134,700 setelah dibuka naik ke level 9.145,871.
IHSG bergerak fluktuatif dari rekor intraday ke posisi flat, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias melemah dengan pasar mengikuti tensi dagang AS – Eropa terkait isyu Greenland, serta mencermati Wall Street futures yang bergerak menurun.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,06% atau 10 poin ke level Rp 16.945, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menurun setelah melemah di sesi global sebelumnya; lanjut terkoreksi ke seminggu terendahnya oleh investor mencari safe haven assets di tengah tensi geopolitik terkait Greenland.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.935, serta terpantau bearish di level rekor terendahnya – all-time low oleh isyu independensi BI.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 11,993 poin (0,13%) ke level 9.145,871. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,370 poin (0,15%) ke level 891,750. Siang ini IHSG menguat 21,530 poin (0,24%) ke level 9.155,408. Sementara LQ45 terlihat turun 0,28% atau 2,500 poin ke level 890,620.
IHSG kemudian fluktuatif dua zona dan ditutup menguat tipis 0,822 poin (0,01%) ke level 9.134,700. Sementara LQ45 terlihat turun 0,98% atau 8,740 poin ke level 884,380. Tercatat saat ini sebanyak 336 saham naik, 323 saham turun dan 143 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 1,11%, dan Hang Seng yang turun 0,29%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rally tertahan mencatat rekor di hari kelima, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah dengan pasar mengikuti tensi dagang AS – Eropa terkait isyu Greenland.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan diincar profit taking pendek dari area rekornya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 9.175 dan 9.200. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,841 dan bila tembus ke level 8,715.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



