(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia naik ke tertinggi 6 pekan pada perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Rabu (21/1/2026) karena ringgit yang lebih lemah dan harga minyak nabati menguat di bursa Dalian dan Chicago.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan Maret 2026 naik 0,94% menjadi sekitar MYR4.181, setelah awal sesi sempat berada di posisi MYR4.098.
Harga semakin terangkat oleh ekspektasi penurunan produksi Januari sebesar 15%–17%, sejalan dengan permintaan musiman menjelang Tahun Baru Imlek dan Ramadan.
Di India, impor diperkirakan akan pulih setelah anjlok 20% pada bulan Desember ke level terendah sejak April 2025, karena permintaan akhir tahun yang lebih lemah dan peningkatan pembelian minyak saingan.
Sementara itu, data ekspor menunjukkan pengiriman Malaysia selama 1–20 Januari tumbuh 8,64%–11,4% dari bulan sebelumnya.
Dewan Minyak Sawit Malaysia memproyeksikan harga Februari akan bertahan antara MYR 4.000 dan MYR 4.300, dibantu oleh penurunan produksi musiman.
Namun, kenaikan tersebut terbatas setelah Indonesia membatalkan rencana mandat biodiesel B50 tahun ini, sementara harga minyak mentah turun tajam karena ekspektasi peningkatan stok dan berkurangnya risiko pasokan.



