(Vibiznews-Forex) – Pergerakan poundsterling dalam pair GBPUSD naik menembus posisi resistennya pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (22/1/2026) di tengah koreksi dolar AS terhadap banyak rival utamanya.
Pound Sterling diperdagangkan lebih tinggi oleh kekuatan data Indeks Harga Konsumen (CPI) Inggris Raya naik lebih dari perkiraan pada bulan Desember yang dirilis hari Rabu (21/1).
Namun, dampak inflasi Inggris yang lebih tinggi tampaknya terbatas pada ekspektasi dovish Bank of England (BoE) karena laju kenaikan harga diperkirakan akan melambat tajam dalam beberapa bulan mendatang.
Poundsterling sempat melemah di sesi Asia oleh kekuatan dolar AS di tengah meredanya perselisihan AS-UE.
Secara teknikal, pair berusaha menembus posisi resisten harian dan analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair akan bertahan di kisaran resistennya.
Kini pair berada di posisi 1.3448 yang naik menuju 1.3441, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak sampai tembus ke 1.3455 akan berbalik arah dan berusaha turun menuju 1.3400. Dan jika tembus akan lanjut turun menuju support kuat di 1.3392.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3512 | 1,3485 | 1,3454 | 1.3427 | 1.3396 | 1.3370 | 1.3338 |



